Berita Metropolitan Terkini

Ini Syarat dari Anies untuk Cawagub DKI yang Baru

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meminta kepada calon wakil gubernur DKI pengganti Sandiaga Uno untuk mengikuti visi misinya yang sudah disusun

Ini Syarat dari Anies untuk Cawagub DKI yang Baru
KOMPAS.com/NURSITA SARI
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Minggu (21/10/2018). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meminta kepada calon wakil gubernur DKI pengganti Sandiaga Uno untuk mengikuti visi misinya yang sudah disusun saat kampanye lalu. Ia tak ingin siapa pun wagub yang terpilih membawa visi misinya sendiri.

"Yang penting taat pada visi yang sudah ditetapkan dan sudah dikampanyekan kemarin," kata Anies di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (6/11/2018).

Anies menyebut itu karena dua kandidat yang rencananya bakal diajukan ke DPRD DKI, yakni Sekretaris DPW PKS DKI Jakarta Agung Yulianto dan mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu, tak pernah ikut kampanye dengan dirinya.

Baca: Banyak Peserta CPNS tak Lulus Passing Grade, Bupati Belu: Kita Tunggu Kebijakan Menpan-RB

Oleh karena itu, Anies meminta siapa pun yang terpilih bakal mengikuti visi dan misi yang sudah ada.

"Kalau saya, Pak Sandi, tahu persis karena kami berbulan-bulan menyampaikan visi misi kami. Nah kalau yang sekarang kan tidak pernah menyampaikan visi misi, tapi bukan berarti bawa visi misi sendiri, tapi ikut pada visi misi yang sudah ada," ujar Anies.

Baca: Dapat Akreditasi A Unggul, Ini yang Beda dari SMAS Katolik Bhaktyarsa

Anies mengatakan menyerahkan proses pemilihan wakil gubernur kepada PKS dan Gerindra. Ia menyambut baik seleksi melalui fit dan proper test.

"Tentu masyarakat pun berharap segera selesai, kan. Jadi harapannya bisa lebih awal lebih baik. Tapi saya katakan, lebih baik mendapatkan kesepakatan yang bulat tapi perlu waktu, daripada cepat-cepat tapi lonjong," kata Anies.

Setelah berebut jatah kursi wagub DKI, Gerindra DKI dan PKS DKI akhirnya menyepakati wagub yang akan dipilih berasal dari PKS.

Dua nama kandidat dari PKS yang akan dipilih melalui DPRD DKI Jakarta itu harus diputuskan melalui fit and proper test.

DPD Gerindra DKI dan DPW PKS DKI akan membentuk badan untuk melakukan fit and proper test tersebut. Masing-masing partai akan menunjuk dua orang untuk menjadi anggota badan.

Badan itu nantinya akan memutuskan dua kader PKS hasil fit and proper test yang dicalonkan sebagai kandidat wagub untuk dipilih melalui pemungutan suara di DPRD DKI Jakarta.
Namun, jika calon dari PKS tidak lulus fit and proper test, DPD Gerindra dan DPW PKS DKI akan kembali rapat untuk menentukan langkah berikutnya. Kondisi itu membuat Gerindra berpeluang mencalonkan wagub DKI. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved