Begini Harapan Ketua Sinode GMIT Terkait Pengembangan Kelor di NTT

Pendeta Mery menyampaikan hal ini kepada Pos Kupang di ruang kerjanya, Jumat (2/11/2018). Ia mengatakan

Begini Harapan Ketua Sinode GMIT Terkait Pengembangan Kelor di NTT
POS KUPANG.COM/ADIANA AHMAD
Bibit Kelor di Dinas Pertanian Provinsi NTT. Gambar diambil Selasa (30/10/2018). 

POS-KUPANG.COM - Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery LY Kolimon, berharap Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) menyiapkan pasar kelor bagi masyarakat.

GMIT sudah menyerukan kepada jemaat untuk menanam kelor dan para petani kelor sudah menghasilkan produk berbahan dasar kelor seperti Teh Marungge.

Pendeta Mery menyampaikan hal ini kepada Pos Kupang di ruang kerjanya, Jumat (2/11/2018). Ia mengatakan, selama ini jemaat Sinode GMIT di beberapa tempat telah menanam tanaman kelor.

"Selain mengimbau mereka menanam, sebagai salah satu cara menjaga lingkungan, juga memberikan pelatihan kepada mereka untuk memanfaatkan kelor yang ditanam," katanya.
Di Niki-niki, lanjut Mery, jemaat sudah menghasilkan Teh Marungge.

Baca: Simak Ramalan Cinta Zodiak 6 November 2018, Scorpio Cemburu & Taurus Lagi Romantis

Baca: Live di RCTI Inter Milan vs Barcelona Liga Champions 2018, ini Jadwal & Prediksi Susunan Pemain

Baca: Videonya Viral, Prilly Latuconsina Peluk Mesra Sang Pacar Maxime Bouttier: Ini Pacar Aku

"Saya sudah mengonsumsi Teh Marungge itu, dan cukup enak. Manfaat kelor sungguh besar untuk keluarga. Selain untuk memperbaiki gizi keluarga, kelor juga bisa meningkatkan pendapatan ekonomi," katanya.

Mery berharap jika pasarnya disiapkan dengan baik, para petani bisa menanam dalam skala yang besar sehingga memenuhi pasar dunia. Saat ini, lanjutnya, Pemuda GMIT sedang bergiat melatih jemaat melakukan pembibitan dan penanaman kelor.

"Di Alor dan Malaka, perkembangannya cukup bagus. Mereka melatih jemaat untuk mengembangkan kelor," ujarnya.

Mery mengatakan, November merupakan Bulan Lingkungan. Pihaknya akan mengimbau jemaat untuk menanam, tidak hanya kelor, tapi semua jenis tanaman. "Kami serukan kepada jemaat untuk menanam air dan pohon, sebagai tindakan syukur dan merawat alam," katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTT, Yohanes Tai Ruba, ditemui di ruang kerjanya, Kamis (1/11/2018) mengatakan, upaya Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, untuk membumikan pohon kelor di NTT tidak main-main.

Sampai tahun 2023, lanjut Yohanes, Gubernur Viktor menargetkan 50 juta pohon kelor di seluruh NTT. Untuk mencapai target tersebut, pihaknya sedang berjuang dan bekerja keras memenuhinya.

Halaman
12
Penulis: Lamawuran
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved