Berita NTT

Cerita Sukses TKW : Fremiot Riu Berani Melawan Saat Dilecehkan, Demi Kebahagiaan Mama Di Kupang

Cerita Sukses TKW : Fremiot de Falconieri Riu, berani melawan saat hendak dilecehkan, demi kebahagiaan mama di Kupang.

Cerita Sukses TKW : Fremiot Riu Berani Melawan Saat Dilecehkan, Demi Kebahagiaan Mama Di Kupang
ist
Fremiot de Falconieri Riu 

POS-KUPANG.COM -  Cerita Sukses TKW : Fremiot Fremiot de Falconieri Riu, berani melawan saat hendak dilecehkan, demi kebahagiaan mama di Kupang.

Tidak semua tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja di Kualalumpur Malaysia mengalami nasib tragis, dianiaya dan tewas. Setidaknya TKW asal Kabupaten, Provinsi NTT bernama Fremiot de Falconieri Riu, SE alias Frem (43), memiliki cerita kesuksesan sebagai TKW.

Frem yang bekerja di Kuala Malaysia sejak tahun 1998 itu punya cerita hitam dan putih sebelum menjadi sukses seperti sekarang ini. Frem, Sarjana Ekonomi STIM Kupang langsung ke Malaysia usai diwisuda tahun 2000 hingga tahun 2007 lalu.  

Baca: Cerita Sukses TKW : Yenni Kapitan Tinggalkan Anaknya Berusia 2 Tahun Di Oesao Demi Mimpi Indah

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini, 2 November 2018, Pisces Kacau, Aries Jangan Forsir, Zodiak Lain?

Motivasi Frem menjadi TKW tak lain agar bisa cepat bekerja sehingga dapat memperbaiki kehidupan keluarganya di Kupang dan mengangkat status ibunya, Christina Zusana yang adalah seorang single parents dengan 5 anak.

"Mama hanya pensiunan guru di SDK Don Bosko III Kupang, mama pesan agar kami agar jangan bergantung dengan orang lain atau keluarga. Kata mama, kami mesti hidup mandiri, bekerja apa saja asal halal, " kata Frem melalui telepon genggamnya, Selasa (30/10/2018).

Frem kemudian dikenalkan dengan seorang pria asal NTT yang sudah bekerja di Malaysia dan sering merekrut tenaga kerja indonesia (TKI). Untuk bisa sampai ke Malaysia, Frem mesti membayar Rp 2 juta plus biaya transportasinya dan orang itu ke Malaysia hingga proses pengurusan surat-surat.

Fremiot de Falconieri Riu bersama karyawan pabrik kelapa sawit
Fremiot de Falconieri Riu bersama karyawan pabrik kelapa sawit (ist)

"Kami naik kapal ke Nunukan dan disana kami urus paspor lalu berangkat ke Sabah Malaysia dengan kapal itu lagi," kata Frem.

Tiba di Malaysia, Frem tinggal di rumah orang itu sambil menunggu dimasukkan bekerja. Selama disana Frem mesti mengerjakan pekerjaan rumah tangga layaknya pembantu rumah tangga (PRT) tanpa dibayar.

"Saya mesti mencuci pakaian mereka di kali (sungai),  memasak dan sapu ngepel seperti pembantu. Tangan saya sampai luka-luka, saya mau gila saja di sana. Bahkan suatu hari saya hampir mendapat pelecehan seksual," kata Frem.  

Baca: Lion Air Jatuh : Penyelam Hendra Saputra Bawa Naik Black Box Lion Air Dari Kedalaman 30 Meter

Pagi itu Frem bangun mencuci piring dan orang itu berada di belakangnya dan hendak memperkosanya, namun Frem langsung berteriak hingga istri orang itu bangun. Frem kemudian dibawa ke sebuah toko yang pemiliknya orang China dan ikut tes lisan dan tertulis dan lulus.

Halaman
1234
Penulis: OMDSMY Novemy Leo
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved