Berita NTT

Wagub NTT Akui Penyelesaian Masalah TKI Cukup Rumit

Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, mengakui bahwa penyelesaian masalah TKI asal NTT yang bekerja di luar negeri cukup rumit.

Wagub NTT Akui Penyelesaian Masalah TKI Cukup Rumit
POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS.
Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, saat berkunjung ke Labuan Bajo, Rabu (31/10/2018). 

Laporan Reporter POS--KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS--KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, mengakui bahwa penyelesaian masalah TKI asal NTT yang bekerja di luar negeri cukup rumit.

"Kasusnya seperti benang kusut. Kita tidak tahu mulai dari mana, tiba-tiba saat kita dapat sudah terjadi. Oleh sebab itu kita moratorium.

Baca: Sampah Menghiasi Kelurahan Matawai! Ini Permintaan Sekretaris Kelurahan kepada Masyarakat

Supaya kita lihat, kita menganalisa, ini bagaimana memulainya. Sekarang kami sudah ada gambaran sedikit. Kami mulai dengan persiapan-persiapan untuk generasi muda," kata Josef kepada wartawan saat berkunjung ke Labuan Bajo, Rabu (31/10/2018).

Pemerintah Provinsi kata dia sedang mengatur agar generai muda di NTT bisa memperoleh pekerjaan tetap di NTT.

Disampaikannya, ada dua hal yang membuat banyak TKI asal NTT tergiur bekerja ke luar.

"Ada dua hal, ada daya tarik dan ada daya dukung. Daya tarik karena di luar itu dijanjikan pekerjaan yang bagus. Daya dukungnya karena hasil yang ada di daerah kita tidak sebanding dengan iming-iming dari luar. Kemudian di tengah ini ada transportasi yang memudahkan," kata Josef.

Pemerintah Provinsi kata dia, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten/kota untuk langkah penanganannya.

Pemerintah Provinsi menurutnya berperan untuk mengatur.
"Kami minta kepada teman-teman kepala daerah, kebetulan semua kepala daerah ini kami kenal baik, kami akan melakukan pendekatan, baik secara formal tetapi lebih banyak informal supaya bisa menangani hal-hal ini," kata Josef.(*)


Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved