Berita NTT Terkini

Peluang Bisnis BPR di NTT Masih Terbuka Lebar

Peluang bisnis BPR di NTT masih terbuka luas. Jumlah BPR yang ada di NTT saat dinilai tidak sebanding dengan luas wilayah Provinsi NTT.

Peluang Bisnis BPR di NTT Masih Terbuka Lebar
POS-KUPANG.COM/Adiana Ahmad
Wakil Pemimpin OJK Provinsi NTT, I Wayan Sadnyana ketika menyampaikan materi pertumbuhan industri perbankan di NTT dalam Media Gathering OJK di Hitel Ella Kabupaten SBD, Kamis (1/11/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Peluang bisnis bank perkreditan rakyat (BPR) di NTT masih terbuka luas. Jumlah BPR yang ada di NTT saat dinilai tidak sebanding dengan luas wilayah Provinsi NTT.

Hal itu disampaikan Wakil Pemimpin OJK Perwakilan Provinsi NTT, I Wayan Sadnyana dalam kegiatan Media Gathering yang berlangsung di Hotel Ella Weetabula, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kamis (1/11/2018).

Wayan mengatakan, jumlah BPR di NTT saat ini baru 12 unit dengan empat jaringan kantor cabang dan tiga kantor kas. BPR tersebut tersebar di Kupang enam unit, di Belu dua unit, Flores tiga unit Alor satu unit.

Baca: Provinsi NTT Alami Deflasi 0.04 Persen Pada Oktober 2018

Padahal Provinsi Bali dengan dengan satu pulau saja, kata Wayan, jumlah BPR dan jaringan perbankan ratusan unit.

"NTT sangat luas. Jaringan kantor bank masih sedikit. Masih banyak peluang untuk BPR di NTT. Kita berharap para investor mau memanfaatkan peluang ini. Buka BPR di Kabupaten Cuma butuh modal Rp 4 miliar. Investor yang mau buka BPR di NTT, pasti kita bantu," kata Wayan.

Baca: Danrem Terima Kunjungan Satgas Pelayaran Gabungan Wira Jala Yudha VIII/2018

Sebelumnya, Kepala OJK Provinsi NTT, Winter Marbun menjelaskan, total asset BPR di NTT per Juli 2018 sebesar 718 miliar. Sementra dana pihak ketiga berhasil dikumpulkan Rp 551 miliar dan kredit yang disalurkan sebanyakl Rp 552 miliar.

Wayan menambahkan, dari sisi rasio keuangan BPR di NTT secara agregat mengalami pertumbuhan positif.

Pada bulan Agustus 2018, jelas Wayan, LDR (loan to deposit ratio) BPR di NTT mencapai 80,71 persen, ROA ( return of asset) 1,69 persen, CAR (capital adequacy ratio) 22,90 persen, CR ( cash ratio) 14,08 persen, BOPO (biaya operasional terhadap pendapatan operasional ) 87,15 persen dan NPL 6,16 persen. (*)

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved