Berita Kabupaten Ende

Dandim Ende Bilang Tidak Ada Tindakan Represif TNI Kepada Warga Paumere

tidak ada anggota TNI yang melakukan kekerasan kepada warga dan jika memang ada maka harus dibuktikan baik melalui visum

Dandim Ende Bilang Tidak Ada Tindakan Represif TNI Kepada Warga Paumere
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
Dandim 1602 Ende, Letkol Kav Suteja membawakan materi, Kamis (31/8/2017). 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM|ENDE--Dandim 1602 Ende, Letkol Kav Suteja mengatakan bahwa tidak ada tindakan represif anggota TNI kepada warga Suku Paumere, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende.
Hal ini dikatakan Dandim 1602 Ende, Letkol Kav Suteja dalam keterangan pers kepada wartawan di Makodim Ende, Rabu (31/10/2018).

Dandim Suteja mengatakan bahwa tidak ada anggota TNI yang melakukan kekerasan kepada warga dan jika memang ada maka harus dibuktikan baik melalui visum ataupun laporan polisi.

Baca: Lion Jatuh: Diduga Akun Facebook Milik Jannatun Cintya Dewi Korban Lion Air, Ini Yang Terjadi

Baca: Empat Kota di NTT Diprediksi Hujan Lokal Siang Hingga Sore Ini

Baca: Lion Jatuh: Penampakan Bangkai Pesawat Lion Air JT 610 di Kedalaman 32,5 Meter Perairan Karawang

Baca: Lion Jatuh: Mesin Pesawatnya Pernah Mati dan Terpaksa Mendarat Darurat, Begini Ceritanya

"Jika memang ada warga yang mendapatkan perlakuan kekerasan maka yang bersangkutan semestinya sudah membuat laporan polisi namun sejuah ini tidak ada laporan polisi yang masuk terkait dengan tindakan kekerasan anggota TNI. Itu artinya tidak ada tindakan kekerasan kepada warga,"kata Dandim Suteja.

Dandim Suteja mengatakan bahwa TNI telah mereformasi diri jadi dengan demikian tidak ada anggota yang melakukan tindakan represif kepada warga.

Terkait dengan sekelompok warga yang saat ini menghadapi permasalahan hukum kasus tanah di wilayah Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, Dandim Suteja menghimbau agar warga masyarakat hendaknya senantiasa mentaati dan menjunjung tinggi hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dandim Suteja mengharapkan,  masyarakat tidak mudah terprovokasi mengikuti ajakan-ajakan untuk berbuat anarkis (merusak fasilitas umum maupun fasilitas negara, mengacaukan jalannya persidangan, menghalang-halangi petugas atau aparat melakukan tugasnya ) sehingga akan berakibat pelanggaran hukum pidana yang dapat merugikan dirinya sendiri.

"Pasti yang bersangkutan akan ditindak dan diproses hukum
agar kelompok warga yang terlibat masalah hukum tersebut hendaknya melakukan upaya-upaya hukum sesuai prosedur yang berlaku dengan tidak lagi melibatkan massa berjumlah besar untuk turun ke jalan yang rawan diprovokasi berbuat anarkis di lapangan sehingga berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat," ujar Dandim Suteja.

Dikatakan permasalahan yang terjadi adalah murni masalah hukum dan sama sekali tidak terkait dengan masalah pertentangan Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA) sehingga permasalahan hukum tersebut tidak melebar serta dikaitkan dengan tafsiran yang tidak sesuai dengan pokok permasalahan yang sebenarnya terjadi.

Dikatakan jajaran TNI AD dalam hal ini khususnya Kodim 1602/Ende akan terus membantu dan mengayomi masyarakat maupun membantu Pemerintahan Daerah Kabupaten Ende serta Polres Ende maupun institusi penegak hukum lainnya di wilayah Kabupaten Ende untuk mempertahankan dan meningkatkan situasi kondusifitas keamanan yang selama ini sudah terjalin baik, sinergis dan stabil.(*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Rosalina Woso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved