Bertas Nasional

Basarnas Masih Melakukan Evakuasi Delapan Jenazah di Petobo

Kami menurunkan dua tim melakukan evakuasi dibantu warga setempat. Tim bekerja sejak pukul 10.15 Wita sampai pukul 15.30 Wita,

Basarnas Masih Melakukan Evakuasi Delapan Jenazah di Petobo
(ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Petugas Basarnas dan relawan membawa kantong mayat korban gempa dan tsunami Palu di Pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (11/10/2018). Pemerintah memperpanjang masa tanggap darurat bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah hingga 26 Oktober 2018, sedangkan proses evakuasi korban resmi dihentikan. 

POS KUPANG.COM -  Tim SAR Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu kembali mengevakuasi delapan jenazah dari lokasi likuifaksi Kelurahan Petobo, Kota Palu, Rabu.

"Kami menurunkan dua tim melakukan evakuasi dibantu warga setempat. Tim bekerja sejak pukul 10.15 Wita sampai pukul 15.30 Wita," kata Kepala Kantor SAR Basarnas Basrano saat dihubungi di Palu, Rabu.

Baca: Ulang Tahun 50 Gereja St Yoseph Naikoten! Uskup Ingatkan Naikoten Harus Berguna untuk Masyarakat

Baca: Para Siswa SD Palahonang Lewa Dapat Bantuan Buku Tulis

Baca: Wagub NTT Akui Penyelesaian Masalah TKI Cukup Rumit


Basrano menyebut, proses evakuasi dilakukan secara manual oleh 10 orang personil Basarnas dibantu potensi SAR lainnya sebanyak 13 orang, 

Selain itu, Basarnas juga menurunkan satu unit truk pengangkut personel, dan dua unit mobil trail membantu proses evakuasi.
 
Dari delapan jenazah, tujuh diantaranya telah diketahui identitas yakni Nur Intan perempuan 41 tahun, Sifa Nasila perempuan 13 tahun, Linda perempuan 50 tahun, Lasri perempuan 23 tahun, Ikbal laki-laki 25 tahun, Azila perempuan 3 tahun dan Siti Ria perempuan 69 tahun.

"Ketujuh jenazah yang dievakuasi telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan, " jelas Basrano.

Kata dia, evakuasi dilakukan berdasarkan laporan warga, sehingga tim SAR langsung bergerak menuju titik jenazah ditemukan.

Hingga kini total korban yang dievakuasi oleh Tim Basarnas sebanyak 957 orang, 86 selamat dan 871 meninggal dunia.

Bencana gempa bumi bermagnitudo 7,4 pada Skala Richter pada 28 September 2018 lalu, mengakibatkan tsunami dan likuifaksi yang meluluhlantakan Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala, dimana ada dua ribu lebih korban jiwa dan memaksa puluhan ribu warga mengungsi. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved