Berita Kabupaten Kupang Terkini

Puskesmas Camplong Hadirkan Kelas Ibu Cerdas, Tekan Kasus Gizi Buruk dan Stunting

Puskesmas Camplong, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang membuat terobosan dalam upaya menekan kasus gizi buruk dan stunting.

Puskesmas Camplong Hadirkan Kelas Ibu Cerdas, Tekan Kasus Gizi Buruk dan Stunting
ISTIMEWA
Para kaum ibu hamil dan menyusui ketika diberikan pendampingan di Kelas Ibu Cerdas di Puskesmas Camplong, Selasa (30/10/2018) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM | OELAMASI - Puskesmas Camplong, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang membuat terobosan dalam upaya menekan kasus gizi buruk dan stunting.

Langkah yang dilakukan adalah menghadirkan kelas ibu cerdas dengan sasaran pendampingan pada ibu menyusui dan ibu hamil.

Dari data gizi buruk tahun 2017 tercatat 13 orang dan diharapkan dengan adanya kelas Ibu cerdas persoalan gizi buruk dan stunting dapat ditekan seminimal mungkin.

Baca: Tes CPNS di Lembata 11-14 Nobember 2018

Hal ini disampaikan Kepala Puskesmas Camplong, Hermenigido Soares, didampingi Kabid Koordinator, Santy Nuryanti Toy kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (30/10/2018).

Soares mengatakan, program inovasi menghadirkam kelas ibu cerdas ini baru pertama kali di Kabupaten Kupang dan dihadirkan manajemen Puskesmas Camplong.

Baca: Vaksin Habis, 8.477 Hewan Penular Rabies di Sikka Belum Divaksin

Hal ini berangkat dari hasil survei lapangan menunjukan bahwa persoalan gizi buruk yang berimbas pada stunting sangat rentan. Hal ini karena pola asupan gizi oleh ibu hamil relatif minim, padahal pangan lokal yang ada bisa dibuat untuk mendukung asupan gizi.

Terhadap kondisi ini maka manajemen Puskesmas Camplong menciptakan inovasi baru dengan menghadirkan kelas ibu cerdas. Hal ini dimaksudkan agar kaum ibu hamil dan menyusui diberikan pendampingan termasuk mengajarkan pengolahan pangan lokal untuk dikonsumsi.

"Kita deklarasikan kelas ibu cerdas pada 27 Juli 2018 dan pencanangannya tanggal 30 Oktober. Di kelas ibu cerdas itu kita berikan pendampingan termasuk memberikan contoh asupan gizi yang baik. Ini maksudnya para ibu hamil dan menyusui perhatikan gizi anak. Kalau gizi kurang diperhatikan maka ikutannya pada stanting," katanya.

Dirinya berterima kasih kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dan pemda yang telah mendukung penuh kehadiran Kelas Ibu Cerdas ini.

Dia memastikan jika program ini berjalan baik maka kasus gizi buruk di Fatuleu khususnya bisa ditekan seminimal mungkin.

Sementara Santy menambahkan, data gizi buruk tahun 2017 di Fatuleu tercatat 13 kasus. Walaupun penanganannya dilakukan sangat cepat dan tidak sampai kematian tapi ini menjadi persoalan serius.

Untuk itu kehadiran Kelas Ibu Cerdas merupakan solusi terbaik. Tujuan dari inovasi ini agar angka kematian ibu dan bayi menurun, gizi buruk dihilangkan, tidak ada keguguran dan anak lahir sehat karena asupan gizi sehat.

"Kasus gizi buruk iti imbasnya ke stanting. Makanya kita perkuat di Kelas Ibu Cerdas. Selain kita dampingi di puskesmas, kita turun juga ke rumah-rumah. Kita dorong para ibu hamil dan menyusui untuk perhatian gizi anak agar mereka tumbuh sehat dan cerdas," kata Santy. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved