Berita Manggarai Terkini

Kurangi Stunting, Ini yang Dilakukan Badan Ketahanan Pangan Manggarai

Mengurangi stunting, Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Manggarai melakukan berbagai langlah, langlah apa saja?

Kurangi Stunting, Ini yang Dilakukan Badan Ketahanan Pangan Manggarai
ISTIMEWA
Kebun hortikultura di Kantor Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan Manggarai 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM | RUTENG -Mengurangi stunting, Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Manggarai melakukan berbagai langlah, langlah apa saja?

Perhatian pemerintah pusat untuk mengurangi stunting di Kabupaten Manggarai terus dilakukan. Tahun 2018 dan 2019 ada program dari Kementerian Pertanian RI bagi Manggarai untuk kelompok wanita untuk rumah pangan lestari guna menjaga gizi keluarga.

Program tersebut ditentukan oleh Kementerian Pertanian RI dengan melihat desa-desa yang masih tinggi angka stuntingnya.

Baca: Puskesmas Camplong Hadirkan Kelas Ibu Cerdas, Tekan Kasus Gizi Buruk dan Stunting

Kadis Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan Manggarai, Ir. Vinsen Marung kepada POS-KUPANG.COM di Ruteng, Rabu (31/10/2018) siang, menjelaskan, kawasan rumah pangan lestari merupakan kawasan yang terdiri rumah penduduk melestarikan pangan melalui kebun gizi dan ternak kecil seperti ikan dan ayam.

Baca: Tes CPNS di Lembata 11-14 Nobember 2018, Disini Tempatnya

"Program ini dilakukan dalam rangka mandiri pangan dan gizi keluarga mengatasi stunting. Tahun ini, Manggarai sudah melakukan ujicoba pengembangan pangan dan gizi dalam rangka mandiri pangan. Ada desa yang mendapat bantuan dari Kementerian Pertanian RI. Untuk 2018 ada empat desa dan enam desa lainnya akan diberikan bantuan tahun 2019. Desa-desanya ditentukan langsung oleh pusat," ujar Vinsen.

Ia menjelaskan, empat desa yang mendapat program dari pusat yakni Desa Lemarang, Robek, Ngolo Ncuang dan Renda.

"Setiap desa mendapat Rp 50 juta. Dana tersebut dipakai untuk pengembangan kebun bibit hortikultura, pengembangan hortikultura, kebun gizi anak sekolah anak dan pengembangan ternak kecil seperti ayam telur. Program bagi kelompok wanita tani," papar Kadis Vinsen.

Ia berharap dengan program ini pangan dan gizi warga bisa aman. "Selain bantuan pusat ada juga bantuan dari provinsi dan kabupaten. Ke depan diharapkan ada dari dana desa dalam rangka kelestarian pangan dan gizi keluarga," papar Kadis Vinsen.

Ia mengungkapkan, pengembangan hortikultura bagi kelompok wanita diminta memanfaatkan lahan kosong yang ada di pekarangan rumah.

"Tanam sayur biar untuk kebutuhan makan dalam keluarga. Mau makan ada sayur di rumah dan tidak perlu jauh-jauh ke pasar," tutur Kadis Vinsen. (*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved