Berita Kabupaten Ende

Kampung Adat Nggela Terbakar! Harus Ada Pernyataan Bencana

kejadian di Nggela kami masih mendata serta berkoordinasi dengan para mosalaki dan desa guna mengetahui secara persis berapa KK yang menjadi korban

Kampung Adat Nggela Terbakar! Harus Ada Pernyataan Bencana
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
TERBAKAR/Rumah Adat Nggela terbakar pada Senin (29/10/2018)

Laporan Reporter Pos Kupang.Com,Romualdus Pius

POS KUPANG.COM,ENDE--Menyikapi kasus kebakaran yang menimpa Perkampungan Adat Nggela, Pemda Ende langsung membuat pernyataan bencana yang ditandatangani oleh Bupati Ende, Ir Marsel Petu. Pernyataan bencana menjadi penting sebagai dasar bagi pemerintah untuk mengambil tindakan dalam menanggulangi bencana.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ende, Yeremias Bore mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Rabu (31/10/2018) saat ditemui di Pasar Nggela.

Baca: Di Sambi Rampas-Manggarai Timur! Padang di Danau Rana Tonjong Terbakar

Baca: Beras Rawan Pangan di Manggarai Barat Tinggal 7 Ton!

Yeremias mengatakan, setelah Bupati Ende membuat pernyataan bencana maka semua elemen yang terkait dengan bencana baik itu Dinas Sosial juga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende juga Dinas Kesehatan serta unsur-unsur lainnya yang terkait langsung bergerak sesuai dengan Tupoksi masing-masing untuk menanggulangi kasus kebakaran yang terjadi di Kampung Nggela.

Khusus untuk Dinas Sosial Kabupaten Ende ujar Yeremias pasca keluar pernyataan bencana pihaknya langsung berkoordinasi dengan Bulog Ende untuk menyalurkan beras cadangan pemerintah (CBP) yang ada Gudang Bulog Ende untuk disalurkan ke korban bencana kebakaran di Kampung Adat Nggela.

Selain itu, Dinas Sosial juga melakukan pendataan kepada warga yang menjadi korban bencana kebakaran. Pendataan ini dirasa penting guna memastikan secara jelas warga yang menjadi korban sehingga bisa diambil langkah penanggulangan terkait dengan bantuan.

“Untuk warga yang menjadi korban kami bersama BRI Cabang Ende langsung ke lokasi kebakaran guna meminta warga untuk membuka rekening karena akan ada bantuan dari Kementrian Sosial RI,”kata Yeremias.

Soal berapa besar dana yang akan dibantu, Yeremias mengatakan pihaknya belum mengetahui secara persis karena pihaknya hanya diminta dari Kementrian Sosial untuk memberitau warga untuk membuka rekening di BRI.

Sesuai prosedur yang berlaku di Kementrian Sosial ujar Yeremias kasus bencana dikategorikan menjadi tiga yakni bencana daerah yang menjadi tanggungjawab Pemerintah Daerah apabila korbannya mencapai 29 KK dan akan menjadi bencana provinsi serta menjadi tanggungan pihak Provinsi apabila korbannya mencapai 30 KK serta akan menjadi bencana nasional apabila korbannya lebih dari 30 KK.

“Untuk kejadian di Nggela kami masih mendata serta berkoordinasi dengan para mosalaki dan desa guna mengetahui secara persis berapa KK yang menjadi korban,”kata Yeremias.

Kepala BPBD Kabupaten Ende, Albert Yani mengatakan bahwa pasca terjadi bencana BPBD Kabupaten Ende langsung menyalurkan bantuan logistik kepada warga berupa beras juga mie instant serta air minum juga pakain dan kopi juga gula serta minyak goreng. Pihaknya juga mendirikan tenda untuk menampung warga maupun sebagai Posko.

Disaksikan pasca kejadian bencana tampak bantuan mulai berdatangan baik dari pemerintah maupun pihak swasta juga warga lainnya yang langsung mendatangi Posko bencana yang ada di Pasar Nggela. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved