Berita Malaka

Gubernur Dukung Perarakan Patung di Malaka Jadi Aset Wisata Religi

Perarakan Patung Bunda Maria Nai Feto Malaka yang sudah dilakukan sejak puluhan tahun ini memiliki cirikhas dan daya tarik tersendiri sehingga harus

Gubernur Dukung Perarakan Patung di Malaka Jadi Aset Wisata Religi
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Umat se Dekenat Malaka saat mengikuti misa puncak perarakan besar Patung Bunda Maria tahun 2018 di Gua Lordes Tubaki-Betun, Rabu (31/10/2018). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM, BETUN---Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mendukung perarakan Patung Bunda Maria Nai Feto Malaka menjadi aset wisata religi di NTT.

Perarakan Patung Bunda Maria Nai Feto Malaka yang sudah dilakukan sejak puluhan tahun ini memiliki cirikhas dan daya tarik tersendiri sehingga harus dijaga dan dilesterikan menjadi aset wisata religi di Malaka dan NTT.

Gubernur Viktor menyampaikan hal itu dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten I Setda NTT, Mikael Fernandes.

Menurut Viktor, jauh sebelum menjadi gubernur, ia sudah mendengar informasi tentang perarakan patung Bunda Maria di Dekenat Malaka. Perarakan patung ini memiliki cirikhas diantaranya perarakanan dilakukan dua tahun sekali pada tahun genap.

Patung diarak dari paroki ke paroki. Patung ditahtakan di tengah kampung dan umat secara bergilir berdoa di hadapan patung dengan penuh khitmad. Umat juga menyambut dengan gembira dan penuh suka cita lewat tarian.

Tradisi ini memiliki makna dan nilai bagi masyarakat sehingga perarakan tersebut masih dilakukan sampai dengan tahun 2018. Pemerintah perlu mendukung seraya mengajak masyarakat untuk menjaga dan melestarikan tradisi rohani tersebut.

Sementara Wakil Gubernur NTT, Yosef Nae Soi dalam sambutan bersama gubernur tersebut mengatakan, umat katolik se Kabupaten Malaka mesti mengikuti teladan Bunda Maria. Tindakan "Maria mengunjungi Elisabeth Saudaranya" harus menjadi contoh buat umat. Umat harus saling mengunjungi saudaranya.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Kabupaten Malaka terus membenahi seluruh aspek yang berkaitan dengan perarakan patung Bunda Maria seperti gua yang menjadi tempat pentahtaan patung.

Sejak tahun 2016, Pemerintah mengurus infrastruktur jalan masuk menuju gua dan tahun 2018 penataan dalam lokasi gua sehingga kondisinya lebih bagus. Tahun 2020, Bupati Stef berjanji akan menata lagi gua lordes dengan membangun kapela.

Halaman
12
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved