Berita Kabupaten lembata

Gelorakan Semangatmu untuk Lembata

Seluruh masyarakat Lembata harus selalu menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan dalam hidup sehari-hari

Gelorakan Semangatmu untuk Lembata
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur saat menyerahkan obor untuk pawai keliling Gunung Uyelewun, Minggu (28/10/2018). Penyerahan obor itu di Desa Kalikur. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Frans Krowin

POS KUPANG.COM|LEMBATA-- Seluruh masyarakat Lembata harus selalu menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan dalam hidup sehari-hari. Sikap itu wajib dilakukan untuk kepentingan seluruh elemen di daerah ini. "Ingat, gelorakan selalu semangat untuk Satu Lembata, Satu NTT, Satu Indonesia, Aku Lembata."

Masyarakat menari sepanjang jalan saat pawai obor di Kedang, Minggu (28/10/2018)
Masyarakat menari sepanjang jalan saat pawai obor di Kedang, Minggu (28/10/2018) (POS KUPANG/FRANS KROWIN)

Pesan tersebut disampaikan Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, saat melepas pawai obor keliling Gunung Uyelewun, di Kedang, Kabupaten Lembata, Minggu (28/10/2018) petanh. Pawai obor itu dalam rangka Hari Sumpah Pemuda ke - 90 yang jatuh pada Minggu, 28 Oktober 2018.

Baca: Yuk Kepoin! Zodiak Ini Diwanti Wanti Mulai Hubungan yang Baru. Anda Termasuk?

Baca: Artis Ini Jatuh Bangun Dalam Karier Kini Dikabarkan Jadi Mualaf, Yuk Simak 5 Fakta Tentang Dirinya

Baca: Begini Tanggapan Rusdi Kirana Saat Pemerintah Australia Larang Pegawai Naik Lion Air

Masyarakat menari sepanjang jalan saat pawai obor di Kedang, Minggu (28/10/2018)
Masyarakat menari sepanjang jalan saat pawai obor di Kedang, Minggu (28/10/2018) (POS KUPANG/FRANS KROWIN)

Di Lembata, Hari Sumpah Pemuda itu ditandai dengan pawai obor yang dilakukan secara estafet melewati 44 desa di kaki Gunung Uyelewun. Saat pawai dilakukan, bukan hanya obor yang dibawa secara bergantian oleh para pelajar SMA/MA dan sejumlah siswa/siswi SMP, tetapi juga bendera merah putih dan bendera berlambang Kabupaten Lembata.

Obor melambangkan semangat pemuda yang berkobar-kobar untuk membangun negeri, bendera merah putih sebagai pengikat rasa persatuan dan kesatuan masyarakat. Sementara bendera berlambang Kabupaten Lembata, sebagai simbol bahwa Lembata merupakan bagian yang tak terpisahkan dari bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pawai obor keliling Gunung Uyelewun di Kedang, Kabupaten Lembata, Minggu (28/10/2018).
Pawai obor keliling Gunung Uyelewun di Kedang, Kabupaten Lembata, Minggu (28/10/2018). (POS KUPANG/FRANS KROWIN)

Bupati Sunur mengatakan, pawai obor merupakan rangkaian dari Expo Uyelewun Raya, yang dimulai sejak Jumat (26/10/2018). Expo tersebut dalam rangka menggali seluruh potensi seni dan budaya yang ada dan dimiliki masyarakat 44 desa di dua kecamatan, yakni Omesuri dan Buyasuri.

Baca: Ternyata Ini Penyebabnya Siswi dari Nagerawe Dilarikan ke Puskesmas Boawae

Baca: 700 Anak Hadir Acara Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia

Baca: Benarkah Biji Alpukat Ternyata Kaya Manfaat Bagi Kecantikan Wajah dan Rambut?

Baca: Ini 4 Kasus Pembantaian Paling Memilukan Sepanjang Sejarah, Miris Loh!

Lantaran moment akbar tersebut sebagai kegiatan perdana di daerah itu, maka Bupati Sunur meminta agar masyarakat memahami baik-baik makna dari penyelenggaraan ivent tersebut. Intinya, adalah Expo Uyelewun Raya diselenggarakan untuk menggali seluruh potensi seni dan budaya di Kedang, guna mendukung pemerintah dalam memajukan daerah itu.

Dikatakannya, sejak dulu sampai sekarang, orang Kedang dikenal sebagai masyarakat yang cinta damai, selalu hidup rukun dan harmonis. Masyarakat Kedang juga cinta akan kemajemukan, cinta akan perbedaan dalam persaudaraan. Olehnya, orang Kedang pasti selalu mengedepankan kebersamaan dalam aspek apa pun.

Pawai obor keliling Gunung Uyelewun di Kedang, Kabupaten Lembata, Minggu (28/10/2018).
Pawai obor keliling Gunung Uyelewun di Kedang, Kabupaten Lembata, Minggu (28/10/2018). (POS KUPANG/FRANS KROWIN)

Realitas yang ada tersebut, pesan Bupati Sunur, harus selalu dirawat dan dipupuk. Dan, para pemuda diharapkan menjadi pilar utama dalam urusan tersebut. Sebagai pilar utama, kata dia, para pemuda harus bisa membangkitkan rasa persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat. Mampu menghalau setiap ancaman disintegrasi yang muncul di tengah masyarakat, jiga hal-hal lainnyan. Ini penting demi keutuhan kita bersama.

"Jika ada isu yang sengaja dihembuskan untuk menciptakan konflik horisontal, contohnya, maka para pemuda harus tampil untuk memeranginya. Begitu juga bila ada pihak yang menebar kebencian di tengah masyarakat, maka pemuda jualah yang harus tampil untuk mengatasinya. Pemuda harus memainkan peran penting dalam hal apa pun untuk menjaga dan merenda keutuhan masyarakat demi kejayaan NKRI," tandas Bupati Sunur.

Baca: Ini 4 Kasus Pembantaian Paling Memilukan Sepanjang Sejarah, Miris Loh!

Baca: BMKG Beri Peringatan Dini Agar Waspadai Gelombang Setinggi Dua Meter di Beberapa Perairan NTT

Baca: Uskup Atambua dan Bupati Malaka Makan Adat Bersama

Baca: Tampil Cantik dan Anggun, Maia Estianty Ucap Alhamdulillah Menikah dengan Irwan Mussry

Pihaknya berharap agar pawai obor dan bendera merah putih yang dilakukan secara eatafet di bawah kaki Gunung Uyelewun pada Hari Sumpah Pemuda, seluruh masyarakat Kedang harus menjadikannya sebagai moment untuk menyatukan komitmen membantu pemerintah dalam membangun daerah ini.

Stand pameran Desa Hoelea I, di lokasi Expo Uyelewun Raya, Minggu (28/10/2018).
Stand pameran Desa Hoelea I, di lokasi Expo Uyelewun Raya, Minggu (28/10/2018). (POS KUPANG/FRANS KROWIN)

"Dukungam total dari seluruh masyatakat, merupakan kekuatan bagi pemerintah untuk membangun Lembata pada umumnya dan Kedang pada khususnya mulai hari ini dan ke depan," tandas orang nomor satu di Kabupaten Lembata ini. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved