Berita Kabupaten TTS Terkini

18 Tahun Bekerja di Malaysia, Samuel Bangun Rumah di Kampungnya Tubuhue TTS

Samuel Nenotek (60), warga Desa Tubuhue, Kecamatan Amanuban Barat, bekerja di Malaysia selama 18 tahun sejak tahun 2000.

18 Tahun Bekerja di Malaysia, Samuel Bangun Rumah di Kampungnya Tubuhue TTS
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Samuel Nenotek (kanan) dan Ibrahim Nubatonis berfoto bersama. 

"Gaji kalau kita kerja di perkebunan kelapa sawit cukup besar, 1000 sampai 1300 ringgit. Sedangkan kalau kerja diperkebunan kita hanya dibayar 450 hingga 800 ringgit, tergantu pekerjaan yang kita lakukan," ungkap Samuel.

Menyadari jika kekuatan fisiknya sudah mulai terkikis usai, Samuel mulai menyisihkan penghasilannya untuk dikirim ke kampung guna membangun rumah.

Sebagian tabungannya, digunakan untuk membuka usaha peternakan babi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kakak, saya sudah 60 tahun, sudah tidak kuat lagi kerja kebun, biar saya pulang ke kampung usaha ternak babi saja," ujarnya.

Selain Samuel, Ibrahim Nubatonis (45) warga Desa Tubuhue lainnya juga mengetahui betul beratnya bekerja di perkebunan kelapa sawit. Empat tahun (2004-2008, red) bekerja di Malaysia, Ibrahim memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya dan membuka usaha baru dari hasil tabungannya selama bekerja di Malaysia. Saat ini, Ibrahim merintis usaha sayur-sayuran dan ayam potong guna menopang rumah tangganya.

"Berat kakak kerja di perkebunan kelapa sawit. Belum lagi, kita kerja di lokasi yang setiap hari hujan dan becek. Empat tahun saya rasa sudah cukup bekerja dinegeri orangnya. Uang hasil kerja di Malaysia saya gunakan untuk membangun rumah dan membuka usaha perkebunan sayur-sayuran dan ayam potong," ujarnya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved