Berita Kabupaten Ende

Pentas Tarian Caci Keluarga Manggarai di Ende, Begini Tanggapan Bupati Marsel Petu

Penonton lainnya, Yuliana Ceme, pelajar di Kota Ende pun senang melihat caci yang baru pertama disaksikan secara langsung

Pentas Tarian Caci Keluarga Manggarai di Ende, Begini Tanggapan Bupati Marsel Petu
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
Asisten 1 Setda Ende, Kornelis Wara membuka pentas tarian caci di Lapangan SMAK Syuradikara Ende,Sabtu (27/10/2018). 

POS-KUPANG.COM - Sudah lama Angela Marici, warga Kelurahan Mautapapa Ende menyukai tarian caci meskipun hanya melihatnya di layar televisi. Ketika mendengar ada pementasan caci di Lapangan SMAK Syuradikara Ende, Sabtu (27/10/2018), dia pun bergegas ke sana.

Awalnya Angel merasa ngeri melihat manusia saling mencambuk. Namun, setelah cukup lama akhirnya dia menyukainya karena diiringi nyanyian dan dan syair. Lebih dari itu para pemain caci sportif dan tetap menjalin persaudaraan. Meskipun terkena cambuk, namun tidak ada permusuhan di antara para pemainnya.

Penonton lainnya, Yuliana Ceme, pelajar di Kota Ende pun senang melihat caci yang baru pertama kali disaksikannya secara langsung. Yuliana berharap agar semua etnis di Ende menampilkan kebudayaan mereka dalam berbagai kesempatan sehingga bisa dikenal oleh warga masyarakat Kabupaten Ende.

Baca: Perhatian! 2 November 2018 Tes SKD CPNS Wilayah NTT Akan Dilaksanakan, CPNS Provinsi Didahulukan

Baca: Ramalan Zodiak Hari Rabu 31 Oktober 2018, Pisces Cobalah Ngegombalin Si Dia

Baca: VIDEO: Giliran Suga BTS Disoroti Karena Fancam Yang Jadi Viral Di Twitter

Ketua Panitia Pagelaran Tarian Caci di Ende, John Ire mengatakan, pentas caci ini merupakan acara bersama keluarga Manggarai dari Maumere 'melawan' keluarga Manggarai di Ende. Acara ini semacam balasan setelah keluarga Manggarai di Ende berkunjung ke Maumere tahun 2017.

John menjelaskan, pentas caci digelar bulan Oktober bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2018. Melalui pentas caci ini diharapkan memperkuat semangat persatuan dan persaudaraan serta kekeluargaan di antara sesama warga Manggarai dan secara umum masyarakat Kabupaten Ende.

"Kota Ende adalah kota sejarah yang melahirkan Pancasila, dasar negara Indonesia yang sangat mengakui keberagaman budaya nusantara," kata John. Pementasan caci di Lapangan SMAK Syuradikara Ende diselenggarakan Ikatan Keluarga Manggarai (IKM) Ende dan mahasiswa asal Manggarai di Kota Ende serta IKM Maumere.

Bupati Ende Marsel Petu dalam sambutannya yang disampaikan Asisten 1 Setda Ende, Kornelis Wara mengapreasi dan penghargaan kepada IKM Ende yang menggelar pentas caci tersebut.

"Budaya lokal seperti tarian caci ini merupakan identitas bangsa dan daerah kita khususnya Manggarai yang harus tetap dijaga. Jangan sampai kita semua mengabaikan keberadaan budaya lokal karena kalau kita mengabaikannya akan hilang dan tidak ada satupun generasi penerus mengenalnya," tegas Marsel.

Pagelaran caci ini selain menjadi ajang hiburan, juga sebagai sarana promosi pariwisata bagi masyarakat luas, baik masyarakat lokal dan nasional maupun mancanegara.

Bupati Marsel mengharapkan tarian caci ini dikemas lebih profesional agar mempunyai nilai jual tinggi dan dilakukan secara kontinyu sehingga dapat meningkatkan animo wisatawan untuk menyaksikan pagelaran ini

Selain itu, kata Bupati Marsel, pentas tarian caci menjadi wahana untuk membangun kebersamaan, terutama kebersamaan yang kokoh dan tulus dari keluarga besar Manggarai di Ende dan telah menjadi 'Ata Ende' (orang Ende) untuk bersama masyarakat lainnya membangun Kabupaten Ende.

"Khusus untuk pelaksanaan tarian caci ini saya memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Ikatan Keluarga Manggarai, khususnya panitia penyelenggara yang telah berupaya sehingga acara ini bisa dilaksanakan untuk melestarikan kebudayaan. Ini butuh kerja keras karena tidak mudah melaksanakan ajang yang melibatkan banyak orang," kata Bupati Marsel.

Bupati Marsel mengharapkan agar pesan tarian caci ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga semuanya hidup tenteram dan damai dalam ikatan peraturan dan kesatuan.

"Saya bersama wakil bupati menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga Ikatan Keluarga Manggarai di Ende yang telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan di wilayah ini. Dukungan tulus IKM ini harus terus terbina dan terjaga sehingga menjadi kekuatan bagi kami untuk sama-sama membangun Kabupaten Ende mewujudkan masyarakat yang mandiri, sejahtera dan berkeadilan," kata Marsel.

Kornelis Wara melakukan pemukulan pertama. Tanpa canggung Kornelis melepaskan pukulan, tapi berhasil ditangkis. Permainan caci antara IKM Ende dan IKM Maumere berlangsung seru. Pentas ini dimeriahkan tarian dan syair-syair lagu bahasa daerah Manggarai. (romualdus pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved