Berita NTT Terkini

40 Orang Ikut Pertemuan Konsultasi tentang Human Trafficking di Labuan Bajo, Flores Barat

40 orang wakil dari berbagai organisasi di seluruh Indonesia mengikuti diskusi tentang Human Trafficking di Labuan Bajo

40 Orang Ikut Pertemuan Konsultasi tentang Human Trafficking di Labuan Bajo, Flores Barat
ISTIMEWA
Josef Nae Soi saat memberikan keterangan kepada awak media terkait TKW NTT korban human trafficking di VIP Bandara El Tari Kupang, Senin (8/10/2018). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Agustinus Sape

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO – Sebanyak 40 orang wakil dari berbagai organisasi di seluruh Indonesia mengikuti Consultative Group Meeting on Human Trafficking di Labuan Bajo, Flores, NTT.

Pertemuan tersebut berlangsung di Luwansa Beach Resort Labuan Bajo mulai 30 Oktober 2018 sampai 2 November 2018.

Pada acara makan malam dan perkenalan para peserta, Lennard Roubos dari Mensen met een Missie Belanda dan Pater Paul Rahmat SVD dari Vivat Indonesia,selaku panitia penyelenggara, menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang telah berusaha memenuhi undangan panitia.

Panitia berharap para peserta merasa nyaman mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tersebut hingga menghasilkan gagasan dan rekomendasi-rekomendasi penting bagi penanganan masalah human trafficking di Indonesia.

Secara resmi kegiatan ini dimulai Rabu (31/10/2018), yang akan dibuka oleh Wakil Gubernur NTT, Yosef Nae Soi sekaligus sebagai key note speaking dalam pertemuan ini. Selanjutnya, berbagai pemaparan dan diskusi yang dilakukan sejumlah nara sumber dan para peserta.

Para peserta pertemuan ini umumnya dari lembaga-lembaga yang menangani masalah-masalah kemanusiaan, termasuk masalah human trafficking yang akhir-akhir ini menjadi masalah krusial di Indonesia termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebut misalnya, JPIC-FSGM, SSpS Labuan Bajo, IBSI-CWTC, AWCF-SSpS, TRUK-F SSpS Maumere, Talita Kum Timor Leste, SKP-Kame, Lembaga Kita, Vivat Indonesia, LAKPESDAMNU, NHOP, Interfidei, Imparsial, Kabar Bumi, Yayasan ParinamaAstha,  Task Force on HT of the Gokar Party, GMIT, JPIT, LBH Bandung, Fahmina, Yayasan Banati, JPIC CSR, Sarnelli Institute, ILO (Indonesia), IOM Indonesia, Candraditia Research Institute, Pos Kupang, VOX NTT, PADMA Indonesia, MDF PI, Migrant Care, STKIP St. Paulus Ruteng, LKTS, SVD, GMIT, Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat, Forkopimda Manggarai Barat dan SKPD Manggarai Barat. Dihadirkan pula sejumlah korban human trafficking, baik yang dari Jawa maupun dari NTT. (*)

Penulis: Agustinus Sape
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved