Berita Internasional

Seorang Perempuan Bersenjata Pisau Menyerang Anak Taman Kanak-kanak

Sedikitnya 14 anak cedera dalam serangan oleh seorang perempuan bersenjatakan pisau di sebuah taman kanak-kanak di Chongqing, Cina.

Seorang Perempuan Bersenjata Pisau Menyerang Anak Taman Kanak-kanak
REUTERS
Sedikitnya 14 anak cedera dalam serangan oleh seorang perempuan bersenjatakan pisau di sebuah taman kanak-kanak di Chongqing, Cina. 

POS KUPANG.COM -Sedikitnya 14 anak cedera dalam serangan oleh seorang perempuan bersenjatakan pisau di sebuah taman kanak-kanak di Chongqing, Cina.

Polisi mengatakan perempuan yang menyerang sekolah itu membawa pisau dapur.

Sedikitnya 14 anak cedera dalam serangan oleh seorang perempuan bersenjatakan pisau di sebuah taman kanak-kanak di Chongqing, Cina.

Baca: 18 Titik Taman di Kota Kupang akan Dibenahi Tahun 2019! Ini Lokasi Taman

Baca: Gerakan Kebersihan! Ini Teguran Keras Walikota Kupang

Polisi mengatakan seorang perempuan berusia 39 tahun mengacungkan sebilah pisau dapur memasuki sekolah di distrik Banan pada Jumat pagi, tatkala anak-anak sedang berada di taman bermain.

Belum jelas apa yang menjadi penyebab serangan itu, namun sejumlah media sosial melaporkan bahwa perempuan itu menyimpan kedongkolan pada pemerintah.

Perempuan yang hanya disebut dengan nama keluarganya, Liu, ditangkap di tempat kejadian.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan anak-anak yang terluka dibawa keluar sekolah - beberapa dari mereka tampaknya mengalami luka sayatan pisau di wajah mereka.

Rekaman lain menunjukkan polisi membawa terduga penyerang itu.

Polisi membantah laporan media yang menyebut dua anak meninggal.

Kejahatan dengan kekerasan relatif jarang terjadi di Cina, tetapi beberapa tahun terakhir terjadi berbagai serangan dengan pisau di sekolah dan taman kanak-kanak .

Hal itu sebagian dilakukan oleh mereka yang membalas dendam terhadap pejabat atau orang tertentu, atau menderita masalah mental.

Bulan April lalu, sembilan siswa sekolah menengah tewas ketika seorang pria 28 tahun menyerang mereka saat pulang sekolah.

Pelaku mengaku diganggu di sekolah itu saat ia masih kecil. Dia dihukum mati dan dieksekusi September lalu. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved