Berita Kabupaten Sumba Barat

Aksi Mogok Sopir Bus Dan Angdes Terus Berlanjut, Penumpang Terlantar

Aksi mogok para sopir bus rute Waitabula, Tambolaka, SBD-Waikabubak, Sumba Barat memasuki hari kedua

Aksi Mogok Sopir Bus Dan Angdes Terus Berlanjut, Penumpang Terlantar
POS KUPANG/PETRUS PITER
Ama Bulu, Bela Dama dan kawan-kawan sdg menunggu bus dipertigaan jalan menuju RSUD Waikabubak, Sumba Barat dengan tujuan ke Tambolaka, SBD, Sabtu (27/10/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, petrus piter

POS-KUPANG.COM|WAIKABUBAK--Aksi mogok para sopir bus rute Waitabula, Tambolaka, SBD-Waikabubak, Sumba Barat memasuki hari kedua, Sabtu (27/10/2018) terus berlanjud .

Aksi yang sama juga dilakukan para sopir angkutan pedesaan jurusan Elopada,SBD-Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat.

Akibatnya para penumpang memilih menggunakan ojek dan kendaraan pribadi. Sementara sejumlah anak sekolah terpaksa menunpang kendaraan pick up agar bisa sampai sekolah.

Sementara itu Ama Bulu, penjual lesung dan Bela Dama (penjual sayur) bersama sejumlah penjual sayur lainnya ditemui pos kupang dipertigaan jalan raya menuju RSUD Waikabubak,Sumba Barat, Sabtu (27/10/2018) pagi, mengaku, sangat kecewa dengan aksi mogok para sopir itu.

Keduanya mengaku, bersama teman-temannya hendak pergi berjualan di Weetabula, Tambolaka, SBD. Sayangnya semenjak pukul 6.00 pagi menunggu bus disini, tak ada satupun yang melintas.

Karena itu, mereka memutuskan membawa kembali.berjualan di Pasar Weekarou.

Baca: 4 Pernikahan Artis Digelar Sederhana, Tanpa Kesan Glamour Tapi Rumah Tangga Tetap Awet

Baca: Pingsan Saat Syuting, Nikita Mirzani Akui Morning Sickness, Uya Kuya Beri Dugaan Ini

Baca: Yuk Simak! Cuaca Aktual Penerbangan di Bandara El Tari Kupang Hari Ini

Baca: Alamak! Gadis 10 Tahun Diperkosa Lalu Dibuang ke Sungai Dalam Kondisi Masih Pingsan

Baca: Nia Ramadhani Beberkan Kekurangan Suaminya Ardi Bakrie

Menurut Bela Dama, pihaknya memutuskan berjualan ke pasar Weetabula, SBD karena disana pasarnya cukup ramai. Sedangkan pasar baru weekarou sepih pembeli. Bagaimana mau berjualan di Weekarou kalau pasarnya sepih. Sementara barang dagang cepat busuk.

Ia menambahkan, semenjak penertiban pedagang di pasar lama Waikabubak, pihaknya mengalami kerugian cukup besar. Hal itu karena bahan jualan rusak akibat tidak laku terjual.

Kami pedagang dilarang berjualan di pasar lama. Padahal pasar cukup ramai. Berjualan keliling kota Waikabunak juga dilarang. Petugas kepolisian, tentara dan satpol pp, meminta kami berjualan di pasar weekarou dan tidak boleh berjualan di pasar lama. Padahala kami hanya pedagang kecil yang hanya mencari keuntungan sedikit demi membeli sekilogram beras dalam sehari," ujarnya.

Karena itu, para pedagang meminta pemerintah daerah Sumba Barat perlu melakukan dialog dengan para sopir agar mendapatkan jalan keluar sehingga transportasi kembali lancar. Biar kami pedagang juga dapat berjualan ke Tambolaka, SBD. (*)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved