Berita Kabupaten Ende Terkini

Bayi Jemila Diduga Diculik! Ditemukan Tak Bernyawa di Tepi Sungai Ndondo Ende

Lokasi penemuannya di pinggir kali Ndondo di Kecamatan. Kotabaru, e. Jarak dari rumah lokasi kejadian kehilangan ke lokasi penemuan

Bayi Jemila Diduga Diculik! Ditemukan Tak Bernyawa di Tepi Sungai Ndondo Ende
Ilustrasi
Pisau 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE-- Nasib naas menimpa balita bernama Jemila Mei (9 bulan). Anak dari Agustinus Dhika dan Anggalina Sari yang sebelumnya  menghilang karena diduga diculik orang tidak dikenal, ditemukan meninggal dunia di pinggir sungai, Jumat (26/10/2018) siang.

Balita malang itu adalah warga Dusun Paupanda Desa Loboniki, Kecamatan Kotabaru - Ende. Penculikan terjadi sekitar pukul 02.00 Wita, Jumat, 26 Oktober 2018.

Baca: Pemda NTT Tidak Keluarkan Uang untuk Imigran! Ini Alasannya

Informasi yang diterima dari kerabat korban, Vincen Sangu menyebutkan, korban adalah anak kembar.

Pada Jumat dini hari itu  korban menangis lalu diberi ASI oleh ibunya. Setelah si korban tidur, ibunya kemudian membalikkan badan dan memberikan ASI kepada  kembarannya.

Posisi badan ibunya membelakangi Jemila. Tak lama berselang, ibunya mendenga seperti ada seseorang yang masuk ke kamar. Ia membalikkan badan melihat ke arah pintu sambil menyentuh si korban.  Ibunya berteriak histeris meminta pertolongan, setelah diketahui anaknya tidak ada lagi di sampingnya.

Rumah oragtua balita ini berdinding pelupu, dan pintunya dibuat seadanyanya diikat dengan tali, yang memudahkan orang untuk membuka dan masuk maupun keluar.

Pasca kejadian warga setempat melaporkan ke Pospol Kota Baru di Kecamatan Kota Baru,Ende.

Vincen mengatakan, pada Jumat siang  balita Jemila Mei  ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa lagi.

Lokasi penemuannya di pinggir kali Ndondo di Kecamatan. Kotabaru, Kabupaten. Ende. Jarak dari rumah lokasi kejadian kehilangan ke lokasi penemuan, kurang lebih 3 kilometer.

Mayat balita malang itu sudah dibawa ke Puskesmas Kota Baru guna dilakukan visum.

Atas kejadian ini pihaknya mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap dan membongkar kejahatan penculikan anak ini.

"Tuhan, terimalah dia dalam pangkuan IlahiMu,"tulis Vincen dalam pesan WA kepada Pos Kupang. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved