Berita Ekonomi Bisnis

Anggota REI Kalsel Mulai Lirik NTT

Anggota REI Kalimantan Selatan ini mulai kembangkan perumahan di NTT yakni di Soe, Kota Kupang dan Kabupaten Kupang

Anggota REI Kalsel Mulai Lirik NTT
ISTIMEWA
Rumah di Griya Shafwah Oetalu 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Hermina Pello

POS-KUPANG.COM | KUPANG-PT Shafwah Royal Property, anggota DPD REI Kalimantan Selatan sudah mulai melirik NTT dengan membangun beberapa perumahan di NTT.

Lokasi perumahan yang dibangun yakni di Soe yang bernama Green Nulle Village, di Kota Kupang yakni Green Kolhua Asri dan di Kabupaten Kupang yakni Griya Shafwah Oetalu.

"Kami masuk di NTT dengan mendapatkan rekomendasi dari DPD REI NTT," ujar Marketing Manager and Development PT Shafwah Royal Property saat dikonfirmasi, Kamis (25/10/2018).

Rumah di Griya Shafwah Oetalu
Rumah di Griya Shafwah Oetalu (ISTIMEWA)

Menurutnya untuk Griya Shafwah Oetalu rumah yang dibangun adalah rumah tipe 36 dengan luas lahan minimal 120 meter persegi. "Konsep kami adalah rumah tidak kopel," katanya sambil menambahkan harga rumah yakni harga rumah subsidi Rp 148.500.000/unit.

Baca: Robertus Kase jadi Ketua Aprindo NTT

Baca: Kaum Milenial Tampil Mengesankan REI Got Talent, Siapa Yang Akan Keluar Jadi Pemenang?

Arif mengatakan, mereka bekerja sama dengan  Bank BTN, Bank Artha Graha.

"Rumah ini lokasinya sangat strategis karena dekat dengan Undana, Unwira dan Bandara El Tari Kupang. Sudah ada fasilitas umum PLN dan air bersih dari sumur bor yang dialirkan ke semua rumah," ujarnya,

Baca: Kantor CNN Dikirimi Paket Bom, Trump Minta Media Hentikan Permusuhan

Menurutnya, di atas lahan seluas 6209 meter persegi akan dibangun 36 unit. Jalan di dalam lingkungan perumahan dibuat dari paving.

"Di perumahan ini,sebagian pembelinya adalah kumpulan dari grup Alumni Spenza 88 yang ingin tetap kumpul di hari tua dan bataikat (tetap terikat,red)  jadi satu. Tapi ada juga PNS dan anggota Polri," ungkap Arif.

Ia mengungkapkan saat ini sementara dalam pembangunan enam unit rumah dan mereka masih menunggu tukang tambahan yang didatangkan dari Jawa. Di lokasi ini, hanya tersisa lima unit rumah saja.

Mengenai rumah, Arif mengungkapkan dibuat sesuai dengan kondisi cuaca di Kupang yang panas yakni rumah dibuat tinggi. "Cuaca di Kupang ini panas sehingga kami buat rumah tinggi sehingga ada beda dengan pengembang lainnya. Kami buat rumah subsidi tapi bukan rumah murahan. Semua kebutuhan kayu, kami datangkan dari Kalimantan," jelas Arif.

Menurutnya, saat ini ada program dengan uang muka satu persen saja sesuai dengan ketentuan pemerintah dan masa kredit bisa sampai 20 tahun dengan angsuran sekitar Rp 900an ribu.

Untuk pembangunan satu unit rumah paling cepat satu bulan selesai dan maksimal dua bulan terima kunci  karena semua bahan untuk pembangunan sudah ada saat ini.

Penulis: Hermina Pello
Editor: Hermina Pello
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved