berita Kabupaten Malaka Terkini

Ribuan Penari Likurai Sambut Patung Maria Masuk Dekenat

--Perarakan Besar Patung Bunda Maria Dekenat Malaka hampir selesai setelah diarak keliling wilayah 17 paroki se Kabupaten Malaka

Ribuan Penari Likurai Sambut Patung Maria Masuk Dekenat
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
-Ketua Panitia Perarakan Besar Patung Bunda Maria tahun 2018, Petrus Bria Seran 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM, BETUN---Perarakan Besar Patung Bunda Maria Dekenat Malaka hampir selesai setelah diarak keliling wilayah 17 paroki se Kabupaten Malaka selama dua bulan, terhitung 1 September 2018.

Patung Bunda Maria akan diarak kembali ke pusat Dekenat Malaka di Betun, Kamis (25/10/2018) sekitar pukul 11.00 Wita.

Sesuai rencana, panitia sudah mempersiapkan sekitar 1.000 penari likurai dan 300-an penari bidu untuk menyambut patung Bunda Maria saat memasuki wilayah Dekenat di Betun, Ibukota Kabupaten Malaka.

Hal itu dikatakan Ketua Panitia Perarakan Besar Patung Bunda Maria tahun 2018, Petrus Bria Seran kepada wartawan, Selasa (23/10/2018). Menurut Petrus Bria Seran, tanggal 25 Oktober, Patung Bunda Maria diarak dari Stasi Hatimuk, Paroki Kleseleon menuju pusat Dekanat di Betun. Penyambutan di wilayah Dekenat sedikit berbeda dengan penyambutan dari paroki ke paroki.

Khusus penyambutan di Dekenat, pantia sudah mempersiapkan 1.000 penari likurai dari kalangan pelajar SMP, SMA dan SMK se Kabupaten Malaka dan 300 penari bidu dari pelajar SMP St. Isidorus Besikama.

Menurut Petrus Bria Seran, patung dilepas dari Stasi Hatimuk sekitar pukul 11.00 Wita. Di ujung jembatan Benanai, patung diterima umat Stasi Bakiruk dan Katerik. Dari situ patung diarak sampai pertigaan Umasakaer lalu berhenti sekitar satu jam di Umasakaer baru dilanjutkan perarakan menuju pusat Dekenat.

Menurut Petrus Bria Seran, selama perarakan Patung Bunda Maria, umat sangat antusias mengikuti perarakan dan berdoa. Selain itu, umat di beberapa stasi melaksanakan makan adat sebagai bentuk ucapan syukur serta cara melestarikan budaya masyarakat Malaka. Budaya makan adat menjadi satu tradisi masyarakat dalam menyambut patung.

Petrus Bria Seran mengatakan, dalam memeriahkan perarakan Patung Bunda Maria tahun 2018, ada sejumlah kegiatan yang dilakukan seperti, gerak jalan tingkat pelajar, pertandingan bola voli antara paroki dan pameran. Perarakan patung Bunda Maria yang sudah dilakukan sejak tahun 1958 ini menjadi ikon Kabupaten Malaka yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Pemerintah dibawa kepemimpinan Bupati Stefanus Bria Seran sudah menetapkan perarakan patung tersebut menjadi potensi wisata religi yang memiliki ciri khas. Perarakan patung ini dilakukan dua tahun sekali setiap tahun genap.

Petrus Bria Seran menambahkan, panitia sudah mengundang umat Katolik se Keuskupan Atambua untuk menghadri acara puncak 31 Oktober 2018. Panitia mengundang pimpinan gereja di Dekenat Belu Utara, Dekenat Kefamenanu, Dekenat Mena, Bupati Belu, Bupati TTU, Wakil Bupati Belu, Wakil Bupati TTU, pimpinan DPRD Belu, TTU dan para pejabat TNI-Polri. (*).

Perarakan Besar Patung Bunda Maria tahun 2018,
Perarakan Besar Patung Bunda Maria tahun 2018, (POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS)
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved