Berita NTT

Buntut Konflik Hutan Adat, Masyarakat Adat Pubabu TTS Datangi Polda NTT

Buntut dari persoalan konflik hutan adat, puluhan masyarakat Adat Pubabu Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mendatangi Polda NTT.

Buntut Konflik Hutan Adat, Masyarakat Adat Pubabu TTS Datangi Polda NTT
POS KUPANG.COM/RYAN NONG
Massa Aksi dari masyarakat adat Pubabu TTS bersama FPR NTT menyuarakan tuntutan mereka di depan Kapolda NTT pada Rabu (24/10/2018) pagi. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Buntut dari persoalan konflik hutan adat, puluhan masyarakat Adat Pubabu Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mendatangi Polda NTT.

Sekira tiga puluhan anggota masyarakat adat bersama dengan Front Perjuangan Rakyat (FPR) NTT menggelar aksi demonstrasi dan orasi di depan Polda NTT pada Rabu (24/10/2018) pagi. Aksi yang berlangsung tertib itu dimulai sejak pukul 08.00 Wita.

Mereka membawa bendera dan poster-poster yang berisi tuntutan mereka. Diantaranya tuntutan pelaksanaan 'Reforma Agraria', 'Akhiri pembangunan dari investasi dan hutang luar negeri', 'Hentikan deregulasi', 'Hentikan liberalisasi', 'Jalankan reforma agraria', 'Hormati kebebasan berpendapat'.

Baca: Ini 5 Alasan Pasangan Tak Bahagia Tapi Masih Terus Bersama Yang Wajib Kamu Tahu Guys!

Koordinator Aksi, Mathias Kayun dari FPR NTT mengatakan Front Perjuangan Rakyat bersama kaum tani dan rakyat tertindas melawan segala bentuk perampasan tanah dan penindasan negara kepada rakyat.

Menurutnya Hutan adat Pubabu di Amanuban Selatan yang saat ini sedang bermasalah harus dikembalikan kepada yang berhak atas tempat tersebut. Selain persoalan itu, lanjutnya, peserta aksi juga meminta kejelasan proses penyelesaian kasus Poro Duka yang sudah berlangsung lebih dari enam bulan.

Tampak dalam aksi, beberapa ibu membawa serta balitanya dalam gendongan, beberapa anak serta beberapa orang tua yang berusia lanjut bersemangat menyuarakan harapan mereka. Peserta aksi juga mengibarkan bendera FPR, AGRA serta FMN.

Mereka meminta bertemu Kapolda NTT Irjen Pol Drs Raja Erizman untuk menyuarakan kegelisahan dan tuntutan mereka. (*)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved