Formasi K2 Tidak Terisi, Semua Pelamar di TTS Berusia di Atas 35 Tahun

Kesempatan bagi guru kontrak di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menjadi pegawai negeri akhirnya tertutup

Formasi K2 Tidak Terisi, Semua Pelamar di TTS Berusia di Atas 35 Tahun
BKN Minta Pelamar Pendaftaran CPNS 2018 Unggah Ulang Dokumen di sscn.bkn.go.id 

POS KUPANG.COM, SOE -- Kesempatan bagi guru kontrak di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menjadi pegawai negeri akhirnya tertutup. Formasi khusus tenaga pendidikan K2 tidak terisi karena mayoritas K2 di daerah itu sudah berusia di atas 35 tahun.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Badan Kepegawaian Daerah (BKD) TTS, Linda Fobia, di SoE, Senin (22/10/2018). Linda mengakui para guru K2 di TTS yang melamar berusia di atas 35 tahun, sedangkan syarat untuk mendaftar belum 35 tahun.

Dia mengakui pengumuman hasil seleksi administrasi berkas pelamar CPNS baru akan diumumkan Selasa (23/10/2018) pagi.

Pengumuman hasil seleksi administrasi dapat dilihat di situs resmi Pemda TTS. Linda mengarahkan para pelamar untuk membuka website Pemda TTS melihat hasil pengumuman seleksi administrasi.

Linda menyebut beberapa pelamar tidak lulus seleksi administrasi karena melamar formasi tidak sesuai bidang ilmunya. "Kalau jumlah yang lulus dan tidak, nanti cek sendiri di situs wibsite pemda. Pada seleksi administrasi ini kebanyakan pelamar gugur karena melamar pada formasi yang tidak sesuai latar belakang keilmuannya. Contoh, sarjana guru olahraga melamar di formasi guru SD, " jelasnya.

Menjawab apakah ada formasi yang kosong, Linda mengaku, formasi dokter umum dan tenaga K2 tidak terisi karena sepi pelamar.

Dari 32 formasi tenaga dokter umum, hanya 9 formasi yang terisi. Sedangkan 23 formasi sisanya tidak dilirik pelamar.
Sedangkan formasi khusus tenaga pendidikan K2 tidak terisi karena mayoritas K2 di TTS sudah berusia di atas 35 tahun.

"Formasi dokter yang terisi hanya dua formasi di RSUD SoE, Puskesmas Batu Putih, Noemuke, Kuanfatu, Ayotupas, Polen Oenino dan Puskesmas Siso masing-masing untuk satu tenaga dokter umum. Sedangkan 23 formasi dokter umum sisanya tidak ada pelamar sama sekali. Sedangkan untuk formasi K2 khusus guru, tidak terisi karena tidak ada tenaga guru K2 saat ini yang berusia di bawah 35 tahun," pungkasnya.

Malaka Tunggu Informasi BKN
Sementara itu, sampai Senin (22/10/2018), pukul 17.00 Wita. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malaka belum mendapat informasi peserta CPNS yang lulus verifikasi.

Kepala BKPSDM Malaka, Veronika Flora Fahik, menyebut jumlah pelamar secara online sebanyak 3.605 orang. Dari jumlah itu, ada yang sudah masukkan berkas fisik dan ada yang tidak memasukkan berkas sama sekali dengan berbagai alasan.
Dari berkas fisik tersebut, BKPSDM melakukan verifikasi lalu dikirim ke BKN dan BKN akan memutuskan peserta yang lulus. Pengumuman lulus verifikasi tersebut masih ditunggu hingga saat ini belum dikeluarkan BKN.

"Kita masih menunggu informasi dari BKN. Tadi jaringan belum bagus. Nanti setelah oke, baru BKN keluarkan nama-nama secara online," kata Flora.

Menurut Flora, setelah BKN mengumumkan peserta yang lulus secara online, maka BKPSDM akan menyampaikan kepada publik. Peserta yang lulus verifikasi tersebut berhak mengikuti ujian seleksi.

Menurut Flora, peserta yang tidak lulus verifikasi bisa disebabkan banyak hal, seperti salah memilih jurusan, program studi, salah memilih formasi dan kesalahan teknis lainnya. Sebab, data yang disampaikan saat mendaftar harus sama dengan berkas fisik yang dimasukkan. (din/jen)

Editor: Alfred Dama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved