Berita Ekonomi Bisnis

Ayo Ubah Mindset Karena KUR Bukan Gratis

KUR itu bukan gratis, dan harus dikembalikan. Ini mindset yang harus diubah agar tidak terjadi kemacetan

Ayo Ubah Mindset Karena KUR Bukan Gratis
POS KUPANG/FELIKS JANGGU
Winter Marbun, Kepala OJK Regional Kupang

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM | KUPANG-Penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) di NTT diharapkan untuk membiayai usaha yang sehat sehingga tidak bermasalah bagi lembaga keuangan tersebut. KUR bukan gratis tapi harus dikembalikan.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT, Winter Marbun, ditemui di ruang kerjanya, Selasa (16/10/2018) mengatakan, ada beberapa instrumen yang dilakukan OJK untuk menjamin KUR tidak bermasalah.

Pertama, seleksi lembaga keuangan yang akan menyalurkan KUR karena tidak semua lembaga keuangan bisa menyalurkan KUR, yakni mulai dari produk, orang yang menerima, mekanismenya dan instrumen lainnya.

Baca: Untuk Milenial, Yuk ke Atambua Dengan Wings Air Untuk Puaskan Mata di Jobugujur Bakelin Hill

Baca: Kasus E-KTP, KPK Lakukan Pemindahbukuan Rekening Setnov Rp 862 Juta

Kedua, ada lembaga keuangan non bank yang mau jadi penyalur, akan diseleksi lagi dan jika memenuhi syarat direkomendasikan untuk kerja sama dengan bank penyalur.

Mengenai realisasi KUR, kata Winter, dari target tahun 2018 sebesar Rp 1.560. 265.000.000 maka yang sudah disalurkan Rp 1.247.919.000.000.

Baca: Pilpres 2019, Jokowi Minta Jangan Ada Politik Kebohongan

"Penyerapan KUR tinggi, namun jika terjadi kemacetan maka bebannya ditanggung lembaga keuangan dan berpengaruh pada kondisi kesehatan perbankan. Lembaga keuangan agar selektif, sehingga usaha yang dibiayai KUR benar-benar usaha yang sehat," ujarnya.

Winter mengharapkan agar pemerintah juga berperan aktif membina pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Menurut dia, dengan adanya bulan inklusi keuangan selama Oktober 2018 ini akan memacu realisasi KUR di NTT.

"Sampai bulan ini saja sudah ada lembaga penyalur KUR tambah plafon karena kuota habis. Kami berharap bisa terserap dengan baik karena bunganya cukup menarik, hanya tujuh persen," harap Winter.

Sementara pengawasan terhadap koperasi yang ditunjuk sebagai penyalur KUR seperti Obor Mas, Winter mengatakan, hingga kini belum ada laporan realisasi KUR dari Koperasi Obor Mas.

Winter berharap, sosialisasi tentang KUR tidak hanya keuntungan atau manfaat tapi mengubah mindset masyarakat penerima KUR bahwa KUR bukan bantuan gratis. (*)

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved