Berita Kabupaten TTU

Setiap Tahun Penderita HIV/ di TTU Terus Meningkat! Ini Jumlahnya

Sampai saat ini, jumlah penderita HIV dan AIDS di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara terus mengalami meningkat dari tahun ke tahun.

Setiap Tahun Penderita HIV/ di TTU Terus Meningkat! Ini Jumlahnya
Pos Kupang/Teni Jenahas
Sekretaris KPAD, dr. Rienarmy Satriany Usfinit, MPH.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Sampai dengan saat ini, jumlah penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terus mengalami meningkat dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2018, jumlah penderita HIV dan AIDS di Kabupaten TTU sebanyak 410 orang. Jumlah ini terus meningkat, karena pada tahun 2017 hanya sebanyak 380 orang. Sedangkan pada tahun 2016 hanya berjumlah sebanyak 254 orang.

Baca: Dandim Manggarai! Pacuan Kuda Warisan Nenek Moyang Patut Dijaga

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD), Kabupaten TTU, dr. Rienarmy Satriany Usfinit, MPH kepada Pos Kupang di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Timor, Sabtu (20/10/2018) siang.

dr. Rienarmy mengatakan, data jumlah penderita HIV dan AIDS di Kabupaten TTU adalah data komulatif dimana data tersebut ditambah dari tahun ke tahun. Hal itu karena akibat dari orang yang mengidap HIV itu tidak berhenti hanya kepada orang yang meninggal.

"Buka per tahun-per tahun begini tidak. Karena akibat dari HIV itu tidak berhenti pada orang yang meninggal. Jadi bertambah terus setiap tahun. Sekarang ini ada 410 orang. Pertama ditemukan cuman 11 orang, pada tahun 2016 itu ada 254 orang, tahun 2017 sebanyak 380 orang," ungkapnya.

dr. Rienarmy mengatakan, penting memberikan informasi mengenai waspada HIV dan AIDS kepada para anak muda serta masyarakat luas karena Kabupaten TTU berada di urutan kelima penderita terbanyak HIV di Provinsi NTT.

"Karena memang kita di Kabupaten TTU masih berada di urutan kelima di NTT. Dan kita memang berada di wilayah kristis karena berada di wilayah perbatasan dengan Timor Leste dan kota Kefamenanu," ungkapnya.

drn Rienarmy mengatakan, masalah lain sehingga jumlah penderita HIV dan AID di Kabupaten TTU karena kesadaran para penderita untuk melakukan pengobatan masih sangat renda. Hal itu karena para penderita ada yang tidak mau berobat seumur hidup karena berat berobat seumur hidup itu berat.

"Yang susahnya itu adalah kesadaran berobat yang masih rendah. Kita masih menggerakan puskesmas untuk mencari pendamping dan juga kita membangun organisasi atau wadah yang pedulih AIDS untuk melakukan penjaringan, penjangkauan, dan pendampingan pengobatan," ungkapnya.

dr. Rienarmy mengatakan, semua komponen harus bertanggung jawab dalam penanggulangan HIV dan AIDS di Kabupaten TTU. Jika hanya menunggu KPA yang berbicara kepada seluruh komponen masyarakat maka tidak akan terjadi penanggulangan.

"Kalau hanya tunggu KPA yang berbicara kepada masyarakat, maka tidak akan jadi. Maka generasi muda yang kita cari supaya mereka dapat meneruskan informasi ini kepada seluruh masyarakat," jelasnya. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved