Proyek Empat Kantor di TTU Mangkrak, Ini Nilainya
Proyek pembangunan empat gedung kantor baru organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU)
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Alfred Dama
POS KUPANG.COMKEFAMENANU -- Proyek pembangunan empat gedung kantor baru organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) tahun 2016 dan 2017 tidak dikerjakan tuntas atau mangkrak.
Empat proyek itu yakni pembangunan kantor dinas kependudukan dan catatan sipil, kantor dinas pemberdayaan masyarakat desa, kantor dinas pariwisata dan kantor dinas kesehatan.
Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt mengatakan, pemerintah belum tahu kapan pembangunan empat kantor itu dilanjutkan. Saat ini, diakuinya, pemerintah meminta inspektorat melakukan pemeriksaan.
"Kemarin saya minta untuk diperiksa dulu. Saya tidak serta merta langsung melanjutkan tanpa hasil audit," kata Raymundus kepada wartawan di Kefamenanu, Sabtu (20/18/2018).
Raymundus mengatakan, dirinya meminta Inspektorat TTU untuk melakukan audit terhadap proyek-proyek yang mangkrak dengan tujuan untuk mengetahui penyerapan anggarannya.
"Dengan demikian kita menemukan data riil bahwa dari anggaran sekian ternyata penyerapannya baru 50 persen. Tapi itu harus melalui audit dulu," jelas Raymundus.
Dia menambahkan, pemerintah dalam melanjutkan pembangunan empat proyek yang mangkrak tersebut, tak bisa hanya berdasarkan laporan dari OPD bersangkutan.
"Tidak bisa hanya berdasarkan laporan dari OPD bersangkutan. Saya akan menggunakan data audit dari inspektorat. Setelah data hasil audit dari inspektorat keluar, pemerintah baru menganggarkan dana melanjutkan pembangunan empat gedung itu tahun depan. Data itu yang kemudian kita akan bawa ke tahun 2019. Karena tujuan dari proyek itu kan bermanfaat untuk masyarakat," ungkapnya.
Informasi yang dihimpun Pos Kupang menyebutkan, empat gedung yang mangkrak itu dibangun tahun 2016 dan 2017, dengan total nilai proyek Rp. 9,3 miliar. Dirincikan,
nilai proyek pembangunan gedung kantor dinas kependudukan dan catatan sipil, tahun 2016, oleh CV Raysier Beloved, Rp
Rp 2.473.667.000. Nilai proyek pembangunan gedung kantor dinas pemberdayaan masyarakat dan desa, tahun 2016, oleh CV Tri Sampoerna,
Rp 2.061.597.000. Nilai proyek pembangunan gedung kantor dinas kebudayaan dan pariwisata, tahun 2016, CV Sumber Baru, Rp 1.915.612.000. Nilai pembangunan gedung kantor dinas kesehatan, tahun 2017, oleh PT Rinjani Karya Abadi, Rp 2.916.465.000.
Kasie Intelijen Kejaksaan Negeri Kefamenanu,
Novantoro, S.H, mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan para pengguna anggaran atau dinas bersangkutan.
Novantoro mengatakan, dalam melakukan koordinasi, pihaknya akan memilah terlebih dahulu, proyek yang mana yang diprioritaskan untuk diperiksa.
Jika dalam koordinasi ditemukamnya masalah teknis, Novantoro akan memberikan rekomendasikan kepada pengguna anggaran. (mm)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pembangunan-kantor-dinas-kesehatan-ttu-yang-mangkrak-pada-tahun-2017_20181020_160542.jpg)