Berita Internasional Terkini

Trump Tak Puas dengan Jawaban Saudi atas Kematian Jamal Khashoggi

Presiden AS, Donald Trump mengaku dirinya tidak cukup puas dengan tanggapan Arab Saudi terkait kasus tewasnya jurnalis Jamal Khashoggi.

KOMPAS.com/AFP/NICHOLAS KAMM
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. 

POS-KUPANG.COM | WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengaku dirinya tidak cukup puas dengan tanggapan Arab Saudi terkait kasus tewasnya jurnalis Jamal Khashoggi.

Saudi telah mengakui bahwa jurnalis pengkritik pemerintah itu telah tewas dalam sebuah pertikaian fisik di konsulat di Istanbul, tetapi keberadaan tubuhnya masih belum ada kejelasan.

Pihak kerajaan juga mengatakan 18 warga Saudi telah ditahan sehubungan dengan kematian Khashoggi, serta dua pembantu utama Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan tiga agen intelijen telah dipecat.

Baca: Seharian Terkunci Dalam Mobil, Bocah Ini Ditemukan Tewas

Trump menilai pengakuan Saudi atas kasus ini telah menjadi awalan yang baik, namun dia juga menuntut adanya kejelasan akan apa yang terjadi pada Khashoggi.

"Itu adalah sebuah langkah awal yang besar dan itu adalah langkah pertama yang baik," kata Trump terkait pengakuan Saudi atas kematian Khashoggi.

Baca: Golkar Terbitkan Buku Jejak Beringin NTT

"Tapi saya tidak puas sampai kita mendapatkan jawabannya," tambahnya, seperti dilansir dari BBC.

Saat kembali ditanya mengenai kemungkinan AS menjatuhkan sanksi kepada Riyadh, presiden berusia 72 tahun itu mengaku hal itu bisa saja dilakukan.

Namun Trump kembali mengingatkan agar tidak menghentikan kesepakatan persenjataan yang cukup besar dengan Arab Saudi.

"Kami memiliki (kesepakatan senilai) 450 miliar dolar (Rp 6.827 triliun), 110 miliar dolar (Rp 1.668 triliun) di antaranya adalah perintah militer."

"Ini lebih dari satu juta pekerjaan dan tidak akan membantu bagi kami jika membatalkan pesanan itu. Itu hanya akan lebih menyakiti kita jauh daripada mereka," kata Trump menambahkan Riyadh bisa mendapat senjata dari negara lain seperti China dan Rusia.

"Tapi tetap ada hal lain yang bisa dilakukan, termasuk sanksi," imbuh Trump.

Sebelumnya, Trump juga sempat mengatakan bahwa penjelasan Arab Saudi akan kematian Khashoggi dapat dipercaya. Meski muncul sikap skeptis dari beberapa anggota parlemen AS, termasuk dari Partai Republik yang mendukung Trump.

Pengakuan Saudi yang menyebut Khashoggi tewas dalam pertikaian telah bertentangan dengan dugaan yang disampaikan Turki, di mana mereka mengklaim memiliki rekaman suara saat Khashoggi dibunuh.

Menurut Turki, jurnalis itu telah diinterogasi, disiksa hingga tewas kemudian dimutilasi dan jenazahnya dilenyapkan dengan cairan asam.

Tim penyelidik dari Turki dan Arab Saudi juga telah melakukan penggeledahan di kantor konsulat, kediaman konsul, bahkan melakukan pencarian ke hutan, demi mendapatkan petunjuk akan kasus Khashoggi. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved