Berita Kabupaten TTS

DPRD TTS Sebut Plh Bupati TTS Takut Dengan Mantan Wakil Bupati TTS

Kenapa sekda tidak berani perintahkan Satpol PP untuk tarik mobil dinas tersebut. Kenapa Sekda dan Kepala Badan PKAD justru saling

DPRD TTS Sebut Plh Bupati TTS Takut Dengan Mantan Wakil Bupati TTS
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Anggota DPRD TTS dari Partai Hanura, David Boimau 

Laporan Reporter Pos-kupang.com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE – Anggota DPRD TTS, David Boimau dan Roy Babys menyebut Plh Bupati TTS yang sekaligus Sekda TTS, Marthen Selan takut dengan mantan wakil bupati TTS, Obed Naitboho sehingga tak berani menarik paksa mobil dinas wakil bupati TTS.

Pasalnya Marthen yang dikonfirmasi kapan dirinya akan memerintahkan Satpol PP untuk menarik mobil dinas tersebut, justru melempar pertanyaan tersebut kepada Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah ( PKAD) Kabupaten TTS, Esterina Banfatin dengan alasan hal tersebut merupakan hal teknis.

Baca: Ratusan Umat di Bajawa Jemput Uskup Edwaldus

David mengatakan, ketakutan Plh Bupati TTS tersebut menunjukan‎ adanya indikasi pengaruh kekuasaan lain di luar struktur birokrasi yang bisa berakibat fatal terhadap roda pembangunan di kabupaten TTS.

David menyebut, ketidak beranian untuk menarik mobil negara tersebut menunjukan indikasi kuat jika sekda dan Kepala Badan PKAD takut kepada mantan wakil bupati TTS, Obed Naitboho.

" Ada apa ini, kenapa kok Sekda takut tarik paksa mobil dinas wakil bupati TTS. Kenapa sekda tidak berani perintahkan Satpol PP untuk tarik mobil dinas tersebut. Kenapa Sekda dan Kepala Badan PKAD justru saling lempar terkait penarikan mobil milik negara tersebut. Ini bukti jika ada yang ganjal," ungkap David kepada pos kupang saat dihubungi via telepon, Minggu (21/10/2018) sore.

Anggota DPRD TTS, Roy Babys merasa lucu dengan ulah sekda dan Kepala Badan PKAD terkait tarik ulur penarikan mobil dinas wakil bupati TTS.

Ia berharap ketakutan Sekda dan Kepala Badan PKAD bukan dampak dari pelaksanaan pemungutan suara ulang.

Roy mengatakan, kewenangan untuk memerintahkan Satpol PP untuk menarik mobil dinas wakil bupati TTS ada ditangan Plh Bupati TTS yang juga merupakan sekda TTS. Oleh sebab itu, jika Plh melempar hal tersebut kepada PKAD dengan alasan hal teknis, Roy merasa lucu.

" Saya berharap Plh Bupati TTS harus tegas terkait penarikan mobil dinas tersebut. Mobil tersebut merupakan mobil negara yang harus dikembalikan mantan wakil bupati TTS, Obed Naitboho dan Plh Bupati TTS berkewajiban untuk segera menarik mobil tersebut. Seharusnya mantan wakil bupati TTS meniru apa yang sudah dilakukan mantan bupati TTS, Paul Mella yang langsung mengembalikan mobil dinas usai penetapan DCT," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Plh. Bupati TTS, Marthen Selan dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PKAD) saling lempar kewenangan terkait penarikan mobil dinas wakil bupati TTS yang hingga saat ini masih dikuasai mantan wakil bupati TTS, Obed Naitboho. Plh.

Bupati TTS menyebut penarikan mobil dinas wakil bupati TTS merupakan hal teknis yang harus ditangani badan PKAD. Ia mengaku sudah memerintahkan Badan PKAD  menarik mobil tersebut tetapi hingga saat ini belum ada laporan terkait penarikan mobil tersebut.

Menariknya, saat Kepala Badan PKAD meminta agar Plh Bupati TTS memerintahkan Satpol PP untuk melakukan tarik paksa mobil negara tersebut, justru Plh Bupati TTS menyebut jika itu hal teknis yang harus dilakukan Badan PKAD. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved