Berita Flores Timur Terkini

Musim Kemarau Tiba, Waspadai Tanaman Anda dari Serangan Jago Merah

Musim kemarau sudah tiba dan menjadi ancaman bagi tanaman pertanian dan perkebunan masyarakat.

Musim Kemarau Tiba, Waspadai Tanaman Anda dari Serangan Jago Merah
POS-KUPANG.COM/FELIKS JANGGU
Tanaman perkebunan Pisang di Mudakaputu Kecamatan Ilemandiri Flotim terbakar api Sabtu (20/10/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA - Musim kemarau sudah tiba dan menjadi ancaman bagi tanaman pertanian dan perkebunan masyarakat. Bukan hanya kekurangan air, tanaman pertanian dan perkebunan rawan terserang oleh api.

Di sepanjang jalan dari Kota Larantuka menuju Waiklibang Tanjung Bunga Sabtu (20/10/2018) berbagai tanaman pertanian masyarakat hangus terbakar.

Di Mudakaputu Kecamatan Ilemandiri perkebunan pisang masyarakat ludes terbakar api. Api diduga datang dari kebun warga yang membersihkan lahan dengan cara membakar.

Baca: Adelino Suares Ingatkan Guru harus Jalankan Dua Peran

Di lereng bukit Kampung Riang Piang Pigang Desa Ratulodo Kecamatan Tanjung Bunga bahkan banyak tanaman Mente yang kering karena terkena panas api.

Apalagi hutan dan semak banyak kering dan sangat mudah dilahap api. Karena itu bagi yang memiliki Mente dan jenis tanaman lain agar jaga tanamannya dari serangan api.

Baca: BNNP NTT Bersama Korps Brimob Polri Lakukan Ini di Arena Car Free Day

Wakil Bupati Flotim, Agustinus Payong Boli menyesalkan terjadinya kebakaran di berbagai tempat. Menurut Agus Boli itu kebiasaan masyarakat yang tidak beradab yang sengaja membakar daun kering dengan membuang puntung rokok sembarang.

Kedua kebiasaan masyarakat yang membuka kebun dengan cara membakar berpotensi merambat ke tanaman.

"Ini ciri masyarakat kita yang mau kerja instan dengan bakar. Ini kemalasan," kata Agus Boli.

Ketiga karena faktor tanaman mente ditanam terlalu dekat sehingga tidak ada tanaman holtikultura lainnya di sela Jambu Mente sehingga tumbuh semak belakar.

"Kalau tidak diolah maka tumbu semak belukar. Saat kering pasti terbakar," kata Agus Boli.

Dengan program penjarangan Jambu Mente, kata Agus Boli bisa mencegah kebakaran. Tanah antara Jambu Mente tetap diolah, bukan dibiarkan tumbuh semak belukar.

Untuk lahan berlereng dan bukit, agar ditanam pohon gamal supaya tanaman itu bisa menahan humus tanah di musim hujan dan tidak menjadi kering di musim kemarau.

Menurut Agus Boli desa perlu buat aturan bagi para pembakar hutan dan diberikan sanksi adat yang berat kepada para pembakar hutan.

"Ini mental masyarakat kita yang perlu diubah. Kebiasaan buruk membakar hutan sudah saatnya dihentikan," kata Agus Boli. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved