Berita Lembata

Tenaga KSO Banting Stir Jadi Peternak Ayam

Idham Boli, tenaga KSO yang bekerja di ruang radiologi RSUD Lewoleba banting stir. Setelah dirumahkan dari tempat kerjanya

Tenaga KSO Banting Stir Jadi Peternak Ayam
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
KANDANG AYAM -- Idham Boli saat sedang berada di dalam kandang ayam di batas kota, Lamahora, Kelurahan Lewoleba Timur, Jumat (19/10/2018). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA --- Idham Boli, tenaga KSO yang bekerja di ruang radiologi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lewoleba, benar-benar banting stir. Setelah dirumahkan dari tempat kerjanya itu, ia tak mau lagi mengikuti tes sebagai tenaga KSO yang dibuka beberapa kali oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata.

"Sejak dirumahkan pada Desember 2017 lalu, sejak saat itu saya tidak mau lagi menjadi tenaga KSO. Lebih baik saya buka usaha sendiri dan menekuni pekerjaan itu daripada menjadi tenaga KSO. Sekarang ini saya beternak ayam potong untuk memenuhi kebutuhan masyarakat."

Baca: PSU di TTS - Bawaslu RI Lakukan Supervisi

Idham Boli mengatakan itu, ketika ditemui Pos Kupang.Com di kediamannya di batas kota, Lamahora, Kelurahan Lewoleba Timur, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (19/10/2018).

Saat itu, Idham sedang sibuk mengontrol ayam yang dipeliharanya di kandang, persis di samping rumahnya. Saat ini Idham beternak 500 ekor ayam petelur. Populasi ayam itu bertambah 400 ekor dari sebelumnya sebanyak 100 ekor.

Ia mengatakan, awalnya ia coba memelihara 100 doc (anak ayam) yang dibeli dari Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Ia menekuni usaha itu setelah ia belajar secara otodidak, bagaimana baiknya memelihara ayam petelur.

Dari ilmu yang dipelajarinya melalui searching di google tersebut, lanjut Idham, ia pun langsung menerapkannya. Dari situlah ia mendapatkan pengetahuan tentang cara beternak ayam yang baik sehingga usaha tersebut bisa menjadi sandaran hidup keluarga.

Mengawali usaha itu, tutur Idham, dirinya harus melakukan banyak penyesuaian. Karena ketika kuliah dulu, ilmu yang dipelajarinya tentang radiologi. Dan, saat sebagai tenaga KSO di RSUD Lewoleba, ia juga bekerja di ruang radiologi.

Sementara saat ini ia telah meninggalkan pekerjaan tersebut dan beralih menjadi peternak ayam petelur. Pengalihan itu merupakan masa transisi yang tidak gampang, karena ia harus belajar lagi mengenai seluk beluk ayam dan faktor ikutannya.

Namun berkat kesungguhannya, saat ini ia telah memahami dunia unggas walau pun itu belum sempurnah. "Sekarang ini ayam tidak makan saya saja sudah bisa tahu apa masalahnya. Begitu juga hal yang lain," ujar Idham memberi contoh.

Dikatakannya, dari 500 ekor ayam petelur itu, sebentar lagi mulai memasuki masa produksi. Itu artinya masa-masa panen akan segera tiba. Hanya saja ia belum bisa memprediksi seperti apa bobot telur dari ayam peliharaannya tersebut.

"Sebagai usahawan baru, saya memang berharap agar apa yang sedang kami tekuni ini bisa menjadi sandaran ekonomi kami dan terus berkembang pada hari-hari mendatang. Kami tekuni usaha ini sepenuh hati, mudah-mudahan memberikan hasil yang baik pula," ujar Idham yang tak mau lagi menjadi tenaga KSO kecuali ingin menjadi pengusaha yang mandiri. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved