Berita Kabupaten Manggarai

Saat Buka Pacuan Kuda Dandim Manggarai Cup! Ini Pesan Sekda Mitak

Saat membuka pacuan kuda Dandim 1612 Manggarai Cup dalam rangka memperingati HUT TNI Ke-72, Sekda Manggarai, Manseltus Mitak

Saat Buka Pacuan Kuda Dandim Manggarai Cup! Ini Pesan Sekda Mitak
POS KUPANG.COM/ARIS NINU
Pacuan kuda di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai dalam rangka HUT TNI Ke-73 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG-COM-RUTENG-Saat membuka pacuan kuda Dandim 1612 Manggarai Cup dalam rangka memperingati HUT TNI Ke-72, Sekda Manggarai, Manseltus Mitak, S.H mengaku sejak dahulu kuda sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Manggarai.

Oleh karena itu, pacuan kuda yang dilakukan di  Lapangan Pacuan Kuda Nanga Banda, Kelurahan Baru, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai sangat erat kaitanya dengan adat istiadat dan kehidupan sehari-hari masyarakat Manggarai antara lain kepentingan belis, upacara adat, berburu, dan alat pengangkut barang.

Hadir saat pembukaan pacuan kuda Dandim Manggarai Cup yang dibuka Sekda Mitak, Jumat (19/10/2018) siang antara lain  Kasdim 1612 Manggarai, Kapten Czi Sunoko, Kadis Pertanian Manggarai, drh. Yoseph Mantara MP, Pasi Ops Kodim 1612 Manggarai, Kapten Inf. I Putu Gede Wiramahardika, Danramil 1612-03  Reo, Kapten Inf. Toto H,  Pasi Intel Kodim 1612 Manggarai Lettu Inf. Falentinus Lanar, Kapolsek Reo, Ipda Bhekti Indra Kurniawan , SIK, Organisasi Pordasi, Persit Kartika Chandara Kirana, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda.

Kasdim Manggarai, Kapten CZI Sunoko dalam sambutan mewakili Dandim 1612 Manggarai, mengatakan, panitia Pordasi telah menyiapkan perlombaan pacuan kuda yang akan berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 19-21 Oktober 2018 mendatang.

Sekda Mitak saat membuka pacuan kuda Dandim Manggarai Cup di Reok mengatakan, sejak beberapa tahun lalu pacuan kuda tradisional ini sudah dijalankan kembali di Kabupaten Manggarai dan diharapkan terus ditingkatkan serta dilestarikan pada waktu-waktu mendatang.

“Sejarah membuktikan bahwa sejak dahulu kala di tanah Manggarai ini kuda sangat dekat dengan kehidupan sosial masyarakat Manggarai. Ini karena sangat erat kaitanya dengan adat istiadat dan kehidupan sehari-hari masyarakat Manggarai antara lain kepentingan belis, upacara adat, berburu, pengangkut barang  dan  alat tradisional.

Kita masih ingat pada beberapa puluh tahun lalu pacuan kuda seperti ini diikuti oleh ratusan ekor kuda dan berlangsung selama lebih dari seminggu karena pada waktu itu jumlah populasi kuda masih sangat banyak dan setiap kecamatan mengirimkan kuda-kuda untuk ikut berlomba sebagai utusan dari wilayah kecamatan,” kata Sekda Mitak.

Namun seiring dengan kemajuan teknologi, telekomunikasi dan transportasi, ujar Sekda Mitak, maka sedikit demi sedikit fungsi dari ternak kuda ini pun mulai berkurang.

“Dengan demikian diharapkan masyarakat akan tetap antusias dalam berternak kuda dengan tujuan untuk mempertahankan adat-istiadat dan budaya serta mendapatkan keuntungan ekonomis dari beternak kuda mengingat harga kuda pacuan cukup menggiurkan sekaligus juga sebagai aset wisata dan hiburan masyarakat,” papar Sekda Mitak.

Dalam pacuan kuda Dandim Manggarai Cup ada 23 kuda yang berlimba untuk empat kelas yakni A sampai D.(*)

 
 

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved