Berita Kabupaten TTU

Pemda TTU Gelar Kegiatan Pacuan Kuda Cross Border

Raymundus Thaal membacakan sambutan Bupati TTU, mengatakan, kegiatan pacuan kuda cross border even lanjutan pacuan kuda memperebutkan

Pemda TTU Gelar Kegiatan Pacuan Kuda Cross Border
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Peserta pacuan kuda cross border saat berlaga di Arena Pacuan Kuda, Kamis (18/10/3018) siang.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) kembali menggelar kegiatan pacuan kuda cross border. Kegiatan tersebut digelar di Arena Pacuan Kuda Km 9, Kota Kefamenanu, Kamis (18/10/2018) sore.

Asisten Administrasi Setda TTU, Raymundus Thaal saat membacakan sambutan Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes mengatakan, kegiatan pacuan kuda cross border yang merupakan even lanjutan dari kegiatan pacuan kuda memperebutkan piala Bupati TTU.

Baca: Buntut Penganiayaan di SMAN 4 Kupang, Pihak Korban dan Pelaku Saling Lapor

Baca: Padang Savana Km 17 Waingapu Ditanami 500 Anakan Pohon

Menurutnya, kegiatan pacuan kuda cross border merupakan salah satu even yang perlu dilihat dari berbagai segi. Bagi sebagian pihak, kegiatan ini hanya kegiatan kaum elit, kegiatan yang tidak bermanfaat dan membuang-buang waktu.

"Namun sesungguhnya kegiatan ini dan even-even pariwisata lainnya memiliki multiplier effect. Kegiatan ini diharapkan mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif di sekitar obyek wisata," ungkapnya.

Selain itu, kata Raymundus, dengan datangnya banyak wisatawan termasuk para peserta dan penonton akan meningkatkan peredaran uang di wilayah ini.

"Yang muaranya adalah peningkatan pendapatan perkapita masyarakat," katanya.

Bila kita menoleh ke masa lalu, ungkap Raymundus, di Kabupaten TTU, kuda dijadikan sebagai alat transportasi. Di sepanjang jalan dan di padang masih terlihat banyak kuda.

"Namun saat ini, kuda jarang ditemui bahkan sudah mulai punah di wilayah ini. Kegiatan Pacuan Kuda ini juga menjadi stimulan bagi masyarakat TTU untuk juga beternak kuda," katanya.

Menurutnya, daya tarik wisata daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah saja. Daya tarik sebuah daerah juga sangat dipengaruhi oleh etika atau keramahan masyarakat dan kekayaan budayanya.

"Karena itu, saya mengharapkan agar masyarakat di sekitar obyek wisata mampu menciptakan suasana keakraban agar wisatawan yang datang dapat merasa nyaman dan selalu ingin kembali ke daerah ini," ujarnya.

Raymundus mengharapkan, agar pemerintah kecamatan dan pemerintah desa yang di wilayahnya terdapat obyek wisata untuk dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam memelihara obyek wisata yang ada.

Raymundus meminta, agar semua peserta menjunjung tinggi sportivitas dalam pertandingan. Kalah dan menang adalah hal yang wajar dalam sebuah kompetisi.

"Bagi saya, semua peserta adalah pemenang karena kehadiranmu telah memberi nilai bagi daerah ini," ungkapnya. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved