Berita Pendidikan

Anda Sering Menekan Anak Belajar? Waspadai 4 Dampak Negatif Ini

Arizone State University pada bulan November 2016 meneliti sikap orangtua pada kinerja akademik dari 506 siswa kelas 6.

Editor: Agustinus Sape
thinkstockphotos
Ilustrasi 

POS-KUPANG.COM - Orangtua akan merasa senang dan bangga bila anak mendapat nilai sekolah bagus dan sempurna. Sayangnya, tidak semua anak memiliki kemampuan belajar sama.

Namun, menekan anak belajar untuk mendapatkan nilai bagus dapat memberikan dampak buruk.

Arizone State University pada bulan November 2016 meneliti sikap orangtua pada kinerja akademik dari 506 siswa kelas 6.

Hasilnya menunjukkan bahwa anak yang mendapatkan tekanan untuk belajar lebih keras berdampak negatif pada kesuksesan anak di masa depan.

Apa saja dampak buruknya dan bagaimana cara terbaik untuk mendukung prestasi belajar anak?

Dampak buruk menekan anak belajar

1. Merusak rasa percaya diri anak

Mendorong anak terus berprestasi dapat mengganggu kepercayaan dirinya. Anak merasa tidak percaya diri karena hasil usahanya selalu tidak memuaskan.

2. Merusak kualitas tidur

Anak yang harus mendapatkan nilai bagus, cenderung belajar hingga larut malam dan menyebabkan kualitas tidur anak memburuk. Jika kualitas tidur buruk, maka anak sulit fokus di sekolah. Alih-alih nilainya bagus, anak akan semakin sulit mengikuti pelajaran.

3. Perilaku bermasalah

Tekanan untuk mendapat nilai bagus akan membuat anak melakukan hal salah, seperti mencontek atau melakukan kecurangan lain dalam belajar. Anak takut jika ia tidak mendapatkan nilai bagus, jadi ia akan melakukan berbagai cara.

4. Risiko penyakit mental lebih tinggi

Anak yang mendapat tekanan besar terus-menerus lebih mudah gelisah dan cemas. Belajar di bawah tekanan membuat anak mengalami kesulitan belajar, stres, dan depresi. Sikap positif dukung anak belajar

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved