Berita Kota Kupang Terkini

Wakil Walikota Kupang Minta Warga TPA Manulai II Jangan Minum Mabuk dan Pukul Istri

Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man menegaskan, bapak-bapak, warga TPA Manulai II, Kecamatan Alak, Kota Kupang, jangan minum mabuk dan pukul istri.

Wakil Walikota Kupang Minta Warga TPA Manulai II Jangan Minum Mabuk dan Pukul Istri
POS-KUPANG.COM/Laus Markus Goti
Wakil Wali Kota Kupang saat berinteraksi dengan warga Manulai II, Kamis (18/10/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man menegaskan, bapak-bapak, warga TPA Manulai II, Kecamatan Alak, Kota Kupang, jangan minum mabuk dan pukul istri.

Hal itu disampaikan Herman Man, Kamis (18/10/2018) saat mengunjungi warga setempat, yang berkumpul di TPA mengikuti kegiatan sosialisasi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

"Saya ingatkan yah, bapak-bapak jangan minum sopi sampai mabuk, dan kalau sudah mabuk mulai pukul istri. Sekali lagi saya tegaskan jangan lakukan itu," ungkap Herman.

Baca: Tim Pakem Identifikasi Dugaan Ajaran Menyimpang di TTS

Pertemuan Herman dan warga diwarnai canda dan tawa. Herman sesekali menghibur warga dengan lelucon.

"Bapak-bapak di sini suka minum sopi?" tanya Herman. Sontak beberapa warga menjawab 'suka, kami suka minum sopi'. "Tapi minum sopi tidak sampai mabuk to," balas Herman.

Baca: Hotel di Labuan Bajo Ramai-ramai Beli Air Tangki

Beberapa ibu tampak saling melirik sembari tersenyum. "Hem kalau sonde sampe mabuk, itu sonde mungkin," ungkap salah seorang ibu diikuti warga.

Herman mengatakan, warga Kelurahan Manulai II harus terus berupaya meningkatkan kualitas hidup mereka.

Caranya, kata Herman, warga setempat harus membiasakan pola hidup sehat mulai dari dalam keluarga.

Pola hidup sehat dimaksud, mencakup berbagai aspek kehidupan, baik sosial, membangun relasi yang baik antar sesama anggota keluarga, secara ekonomi, kreatif mengelola dan menghasilkan uang dan lain sebagainya.

Secara khusus kepada para pemulung, Herman menegaskan, masyarakat perlu banyak belajar bagaimana secara kreatif mengolah sampah agar sampah-sampah bisa bermanfaat dan punya nilai jual.

Kepada warga, terutama bapak-bapak, Herman kembali menegaskan bahwa mereka tidak boleh menggunakan jalan kekerasan untuk menyelesaikan persoalan rumah tangga.

Ia mengatakan, suami dan istri dalam keluarga harus bekerja sama dengan baik untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga mereka masing-masing.

"Ingat jangan pakai kekerasan, kalau pakai kekerasan, maka kalian akan diproses hukum," tegas Herman.

Ia mengatakan, suami-isrti/perempuan dan laki-laki itu setara, jadi harus saling menjaga dan menghargai satu sama lain, bukan yang satu menindas yang lain. (*)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved