Berita Kabupaten TTU Terkini

Soal Sanksi Siswa Minum Air Kloset, Ini Tanggapan Kepala SMK Dua Putra

Kepala SMK Swasta Dua Putra, Alfred L Banafanu mengatakan bahwa dirinya tidak pernah meminta siswanya untuk meminum air kloset

Soal Sanksi Siswa Minum Air Kloset, Ini Tanggapan Kepala SMK Dua Putra
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kepala SMK Swasta Dua Putra, Alfred L Banafanu ketika memberikan tanggapannya kepada wartawan di Kefamenanu, Kamis (18/10/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swasta Dua Putra, Alfred L Banafanu mengatakan bahwa dirinya tidak pernah meminta siswanya untuk meminum air kloset sebagai sangsi memakai lipstik yang berlebihan.

"Bukan minum air, tapi hanya mencuci bibir untuk menghilangkan lipstik yang berlebihan," kata Alfred kepada wartawan di Kota Kefamenanu, Kamis (18/10/2018) siang.

Sebelumnya, kata Alfred, terkait dengan sangsi yang diberikan kepada siswa tersebut, pihaknya sudah menampaikan kepada orang tua melalui rapat komite sekolah.

Baca: Kepala SMK Dua Putra Minta Siswanya Minum Air dari Kloset, Ini Pengakuan Mengejutkan Orangtua

"Kami juga sudah sampaikan dalam rapat dengan orang tua, bahwa mohon nanti orangtua mengontrol anak agar jangan menggunakan lipstik ketika datang ke sekolah," tegasnya.

Dirinya menambahkan, tidak dibenarkan kepada para siswa menggunakan lipstik yang berlebihan di sekolah karena nantunya berdampak pada tidak memghargai para guru disekolah.

Baca: KPU Kabupaten Kupang Verifikasi Ulang Data DPT Ganda

Terkait dengan perbedaan pendapat antara kumur dan minum, jelas Daniel, itu pernyataan orangtua yang saat kejadian tak berada di sekolah pada saat kejedian tersebut berlangsung.

"Itu versi orang tua. Karena dia tidak berada di tempat. Kalau menurut kami air diletakan kemudian masing-masing mencuci lipstik yang berlebihan.

Lanjut Daniel, pada saat itu dirinya meminta bantuan kepada salah seorang siswa untuk mengambil air di WC yang digunakan untuk mencuci lipstik yang berlebihan.

"Dan yang ambil air siswa saya. Saya bilang silahkan ambil air di WC. Kemudian air itu diletakan. Satu gayung juga tidak penuh. Lalu mereka mengatakan itu menjijikan ya itu kan versi mereka masing-masing. Lalu mereka bilang itu tidak manusiawi ya saya kira tidak sampai disitu," ungkapnya.

Diakui Alfred, dirinya hanya meminta salah seorang siswa untuk mengambil air di WC. Namun dirinya tidak mengetahui apakah air yang diambil itu bersumber dari koloset atau di bak mandi disekolah itun.

"Entah air dari koloset atau dari bak saya juga tidak tau. Karena itu anak-anak yang ambil jadi saya tidak tau karena saya suru ambil air di WC," ungkapnya.

Alfred mengatakan, sangsi tersebut diberikan khusus kepada siswa yang sudah beeulang kali tidak mengindahkan peraturan sekolah bahwa tidak boleh menggunakan lipstik di sekolah.

"Tapi saya biasa bilang, kalau apabila kalau mereka yang melanggar lebih dari yang sudah dihukum biasa dan tidak mengindahkan akan ambil air dari koloset. Lalu saya suru salah satu yang ambil," ungkapnya. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved