Berita Kabupaten Belu Terkini

Ketua Perguruan Silat di Belu-Malaka Diminta Bina Anggotanya

Kapolres Belu dan Dadim Belu mempertemukan seluruh ketua perguruan silat di Kabupaten Belu dan Malaka di Mapolres Belu, Kamis (18/10/2018).

Ketua Perguruan Silat di Belu-Malaka Diminta Bina Anggotanya
POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas
Ketua perguruan di Kabupaten Belu dan Malaka membacakan dan menandatangani pakta integritas di Mapolres Belu, Kamis (18/10/2018) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Kapolres Belu dan Dadim Belu mempertemukan seluruh ketua perguruan silat di Kabupaten Belu dan Malaka di Mapolres Belu, Kamis (18/10/2018).

Pertemuan ini dalam rangka menyamakan persepsi antara aparat keamanan dan organisasi perguruan silat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Pasalnya, selama ini masih sering terjadi kasus pidana yang membawa nama-nama organisasi perguruan silat oleh oknum-oknum. Hal ini menimbulkan persoalan yang tidak pernah berakhir dan saling dendam.

Baca: Rumah Warga Desa Mata Air Rata Tanah Dilalap Jago Merah Saat Pemiliknya Sedang Keluar

Pertemuan ini difasilitasi Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing dan Dandim 1605 Belu, Letkol (Czi) I Putu Dwika. Pertemuan dihadiri Ketua organisasi perguruan yang ada di Kabupaten Belu dan Malaka yakni Ketua PSHT, IKS, Perisai Diri, Cendana Wangi, Sera Panca Jaya, Tapak Sakti dan Pejajaran Nasional. Hadir juga saat itu Ketua IPSI dan Kepala Kesbangpol Kabupaten Belu.

Baca: Kepsek SMK Swasta Dua Putra Akui Sanksi Cuci Lipstik Pakai Air WC Tidak Manusiawi

Kapolres Tobing mengatakan, menyikapi sejumlah persoalan pidana selama ini yang sering membawa nama-nama organisasi perguruan, maka polisi perlu mempertemukan para ketua organisasi perguruan untuk sama-sama mencari solusi.

Polisi dan TNI mengharapkan para ketua organisasi silat di Kabupaten Belu dan Malaka untuk membina anggotanya agar menjadi anggota yang baik.

Hindari tindakan-tindakan yang mengedepankan emosi dan kekuatan secara kelompok. Jika ada persoalan, diserahkan sepenuhnya kepada aparat yang berwewenang. Anggota perguruan diminta untuk berlatih supaya bisa sehat dan bisa meraih prestasi, bukan untuk adu kekuatan fisik secara bebas di tengah masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, beberapa ketua perguruan mengaku, selama ini ada oknum anggota perguruan yang melakukan hal yang bertentangan dengan aturan seperti perkelahian. Kondisi ini sebetulnya merupakan tindakan oknum namun membawa nama organisasi sehingga menimbulkan persoalan yang baru.

Hal ini diakui Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Beni Manek. Dikatakannya, dari hasil pengamatan IPSI yang merupakan induk organisasi ditemukan masih ada anggota perguruan yang melenceng dari dari jalur.

Halaman
12
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved