Berita Kota Kupang

Inklusi Keuangan Provinsi NTT Baru Mencapai 62,2 Persen

Berdasarkan hasil survey 2016, inklusi keuangan di Provinsi NTT baru mencapai 62,2 persen dan literasi keuangan baru mencapai 28,0 persen.

Inklusi Keuangan Provinsi NTT Baru Mencapai 62,2 Persen
POS KUPANG/KOLASE
Ketua OJK NTT, Winter Marbun, dan Kantor Pusat Bank NTT. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM|KUPANG—Pemerintah melalui Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  sedang berusaha meningkatkan inklusi keuangan dan literasi jasa keuangan, termasuk di Provinsi NTT.

Upaya itu dilakukan karena pemanfaatan produk-produk jasa keuangan di lembaga –lembaga keuangan oleh masyarakat di daerah ini masih sangat rendah.

Berdasarkan hasil survey 2016, inklusi keuangan di Provinsi NTT baru mencapai 62,2 persen dan literasi keuangan baru mencapai 28,0 persen.

Sementara  secara nasional, inklusi keuangan berada pada 67,8 persen meningkat dibanding inklusi keuangan hasil survey tahun 2013 yang hanya 59,7 persen.

Demikian juga dengan literasi keuangan secara nasional pada tahun 2016  sebesar  29,7 persen  lebih tinggi dibanding hasil survey tahun 2013 sebesar 21,8 persen.

Ilustrasi rupiah
Ilustrasi rupiah (KOMPAS.COM)

Kepala OJK Perwakilan Provinsi NTT, Winter Marbun yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (16/10/2018), menjelaskan, inklusi keuangan merupakan kemudahan bagi sejumlah orang yang menjadi nasabah atau pengguna jasa keuangan di Indonesia untuk mengakses produk-produk jasa keuangan seperti kemudahan  menyimpan, transfer, meminjam, investasi dan asuransi.

Sementara literasi keuangan merupakan tingkat pemahaman masyarakat terhadap manfaat dari produk-produk jasa keuangan.  

Baca: Cecok Distribusi Air PAM, Akhirnya Bernadus dan Kamilus Saling Berciuman Pipi

Baca: Yuk! Simak Perkiraan BMKG Soal Cuaca yang Akan Terjadi Pada Hari Ini

Baca: Kawasan Bendungan Temef Dialihan Statusnya Dari Kawasan Hutan Menjadi Milik Masyarakat

Baca: Amati Dengan Cermat! 12 Ciri Ciri Pasanganmu Mulai Selingkuh ! No 8 dan 12 Pertanda Paling Jitu

Winter mengungkapkan, kebijakan inklusif keuangan sejalan dengan strategi nasional keuangan inklusif. “Target kita, untuk nasional inklusi keuangan  tahun 2019 mencapai 75 persen. Kita menetapkan target setiap tiga tahun karena  survey inklusi dan literasi keuangan  dilakukan per tiga tahun.  Sedangkan  tahun   2016, inklusi keuangan secara nasional 68  persen lebih,” kata Winter.

Winter menuturkan, untuk meningkatkan inklusi keuangan, OJK bersama Bank Indonesia menetapkan  Bulan Oktober sebagai bulan Inklusi Keuangan.

Halaman
12
Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved