Berita Lembata

Expo Uyelewun Raya di Lembata Diawali Karnaval Budaya

Penyelenggaraan Expo Uyelewun Raya di Kedang, Kabupaten Lembata, akan segera digelar. Sesuai rencana, kegiatan akbarJumat

Expo Uyelewun Raya di Lembata Diawali Karnaval Budaya
POS KUPANG.COM/FRANS OLA KROWIN
- Suasana rapat di Kantor Disbudpar Lembata yang membahas Expo Uyelewun Raya, Rabu (17/10/2018). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Penyelenggaraan Expo Uyelewun Raya di Kedang, Kabupaten Lembata, akan segera digelar. Sesuai rencana, kegiatan akbar tersebut dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut, yakni Jumat - Minggu (26-28/10/2018).

Pembukaan expo itu ditandai dengan karnaval budaya yang diikuti utusan dari 44 desa di Kedang. Kedang mencakup dua wilayah kecamatan, yakni Omesuri dan Buyasuri.

Baca: Bawaslu Flotim Akan Segera Memutuskan Sengketa PAN-Demokrat Dengan KPUD Flotim

Baca: Dinilai Rawan! 770 Personil Gabungan Amankan Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang TTS

"Karnaval budaya itu mengambil titik star di Desa Kalikur dan berakhir di lapangan sepakbola Aliroba. Saat karnaval itu semua peserta menggunakan pakaian motif Kedang."

Hal itu diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lembata, Apol Mayan, saat memimpin pertemuan di ruang rapat kantor tersebut, Rabu (17/10/2018). Rapat itu khusus membahas pelaksanaan Expo Uyelewun Raya.

Hadir dalam pertemuan itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Lembata, Markus Labi Waleng, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lembata, Thomas Tip Des, Plh Kadis Peternakan Lembata, Kanis Tuaq, Plh Kadis PKO Lembata, Mikhael Bala dan Plh Kadis Pertanian Ketahanan Pangan, Mathias Beyeng serta staf dari dinas terkait lainnya.

Apol mengatakan, Expo Uyelewun Raya itu tidak seperti Festival 3 Gunung yang telah diselenggarakan baru-baru ini. Expo ini lebih pada sifat menggali dan memperkenalkan semua potensi budaya yang ada di Kedang. Expo ini juga sebagai media untuk menelusuri silsilah apakah benar orang kedang berasal dari satu turunan.

Lantaran expo ini merupakan moment perdana, kata Apol, maka masih dicarikan bentuk atau model yang tepat untuk penyelenggaraan kegiatannya. Guna mematangkan acara itu panitia kerja (panja) akan membicarakan lagi dengan panitia di tingkat kecamatan.

"Hari-hari ke depan ini panja akan terus melakukan pertemuan dengan panja di kecamatan. Tapi dalam rapat itu panja akan fokus membahas hal-hal teknis terkait pelaksanaan acara tersebut," ujarnya.

Apol mengatakan, meski untuk acara tersebut susunan kepanitiaan tidak mencakup semua SKPD tapi diharapkan agar semua instansi mengambil bagian sevara aktif untuk menyukseskan acara tersebut. (*)



Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved