Berita Kabupaten Malaka

Cecok Distribusi Air PAM, Akhirnya Bernadus dan Kamilus Saling Berciuman Pipi

Bernadus Berek dan Kamilus Kore, Warga Desa Tesa, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, Provinsi NTT terlibat cekcok

Cecok Distribusi Air PAM, Akhirnya Bernadus dan Kamilus Saling Berciuman Pipi
POS KUPANG/TENY JENAHAS
Bernadus Berek dan Kamilus Kore, Warga Desa Tesa, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka saling berciuman saat penyelesaian masalah secara adat di Polsek Laenmanen, Selasa (16/10/2018). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| BETUN--Bernadus Berek dan Kamilus Kore, Warga Desa Tesa, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, Provinsi NTT terlibat cekcok gara-gara distribusi air PAM.

Keduanya nyaris terjadi perkelahian namun keduanya bisa meredamkan emosi sehingga masalah tidak membias dan mereka bersepakat kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Proses mediasi dilaksanakan di Mapolsek Laenmanen, Selasa malam (16/10/2018).

Baca: Yuk! Simak Perkiraan BMKG Soal Cuaca yang Akan Terjadi Pada Hari Ini

Baca: Kawasan Bendungan Temef Dialihan Statusnya Dari Kawasan Hutan Menjadi Milik Masyarakat

Baca: Amati Dengan Cermat! 12 Ciri Ciri Pasanganmu Mulai Selingkuh ! No 8 dan 12 Pertanda Paling Jitu

Saat penyelesaian masalah tersebut, keduanya saling mencium pipi dan mengajak untuk berdamai. Mereka juga membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya.

Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing melalui Kapolsek Laenmanen, Ipda Oscar Pinto mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Selasa malam (16/10/2018). Menurut Oscar, Bernadus Berek dan Kamilus Kore yang masih memiliki hubungan keluarga itu terjadi cekcok gara-gara pendiatribusian air PDAM. Beruntung kedua masih bisa menahan diri sehingga percecokan mereka tidak membias ke masalah yang lebih besar.

Demi kedamaian di tengah masyarakat, keduanya bersepakat agar masalah mereka dialami itu diselesaikan secara adat. Proses perdamaian harus di kantor polisi. Atas kesepakatan kedua belah pihak, polisi dan perangkat desa melakukan fasilitasi sehingga proses perdamaian berjalan aman dan lancar.

Penyelesaian masalah secara adat ini ditandai dengan makan adat bersama sebagai bukti bahwa mereka adalah keluarga yang menginginkan perdamaian. Semua makanan disiapkan oleh kedua belah pihak.

Kapolsek Osca berpesan kepada warganya agar selalu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Jika ada persoalan harus segera diselesaikan sehingga persoalan tidak berlarut lama karena tidak ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved