Berita Kabupaten TTU

Bupati TTU Ray Fernandes Minta Kontraktor Jangan Main-main

sejumlah proyek yang dikerjakan beberapa kontraktor di daerah ini terancam tak dapat diselesaikan karena sampai saat ini pengerjaan

Bupati TTU Ray Fernandes Minta Kontraktor Jangan Main-main
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Raymundus Sau Fernandes, S.Pt menanggapi persoalan pengerjaan beberapa proyek infrastruktur di Kabupaten TTU.

Pasalnya sejumlah proyek yang dikerjakan oleh beberapa kontraktor pelaksana di daerah tersebut terancam tak dapat diselesaikan karena sampai dengan saat ini pengerjaan proyek terkesan berjalan ditempat.

Baca: Lakalantas di Jalan Gatot Subroto! Dua Warga Ende Merenggang Nyawa

Baca: 1.542 Hektare Lahan Pertanian di Malaka Dipacul Secara Gratis

"Kepada para kontraktor yah, kerja jangan main-main. Karena sudah menang tender jadi jangan main-main. Kalaupun keburu dengan waktu tapi tetap menjaga kualitas," ungkap Raymundus kepada wartawan di Kefamenanu, Selasa (16/10/2018).

Raymundus meminta, para pihak ketiga atau kontrator pelaksana supaya lebih bertanggung jawab dalam mengerjakan sejumlah proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten TTU tahun anggaran 2018.

"Kepada pihak ketiga yang bermitra dengan pemerintah daerah dalam kaitannya dengan menyelesaikan proyek-proyek yang ada dari sumber dana APBD Kabupaten harus bertanggung jawab dengan terikat dalam waktu yang sudah ada dalam kontrak itu," ungkapnya.

Raymundus menambahkan, jika kalau misalkan kontraktoe tersebut tidak dapat menyelesaikan sesuai dengan waktu yang ada dalam kontrak maka, maka perusahan tersebut dapat melakukan adendum.

"Atau bisa melakukan perpanjang masa kontrak namun harus tetap dikenakan denda," tegas Raymundus.

Raymundus mengharapkan, para kontraktor pelaksana sedapat mungkin sebelum tanggal 15 Desember semua harus sudah selesai pengerjaanya. Hal itu karena proses penyerapan anggaran berakhir tanggal 15 Desember.

"Jangan sampai karena keburu waktu bikin campuran 10 berbanding 1. Inikan kualitas dari proyek itu tidak akan terjamin," pungkasnya.

Menurutnya, kendala lain yang dihadapi oleh para kontraktor adalah pelaksanaan tender yang dilakukan terlambat. Karena pada tahun-tahun sebelumnya pelaksanaan tender dilakukan pada bulan Agustus, September, Oktober, hanya waktu yang diselesaikan tidak panjang.

"Tapi tahun 2018 ini tender dilakukan diawal. Bulan maret dan april kemarin sudah dilakukan tender dan hanya ada beberapa yang belum," ungkapnya. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved