Berita Flores Timur Terkini

Tekan Angka Stunting, Ketua TP PKK Flotim Minta IRT Penuhi Halaman Rumah dengan Sayur-sayuran

Ketua TP PKK Flores Timur, Lusia B Gege Hadjon menghadiri peringatan hari pangan (HPS) sedunia tingkat Keuskupan Larantuka di Bama.

Tekan Angka Stunting, Ketua TP PKK Flotim Minta IRT Penuhi Halaman Rumah dengan Sayur-sayuran
POS-KUPANG.COM/FELIKS JANGGU
Ketua PKK Flotim Lusia B Gege Hadjon (tengah belakang) pose bersama Wakil Bupati Flotim Agus Boli dan Uskup Larantuka Mgr.Fransiskus Kopong Kung, Pr di Paroki Bama, Selasa (16/10/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA - Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Flores Timur, Lusia B Gege Hadjon menghadiri peringatan hari pangan (HPS) sedunia tingkat Keuskupan Larantuka di Bama Selasa (16/10/2018).

Lusia Hadjon hadir bersama Uskup Larantuka Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr dan Wakil Bupati Flotim Agustinus Payong Boli.

Lusia Hadjon di hadapan umat dari berbagai paroki menyampaikan betapa perempuan sangat penting untuk menekan angka stunting di Flotim.

Baca: Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR Terancam 20 Tahun Penjara

Dalam kunjungannya di setiap desa, kata Lusia Hadjon, ia selalu mengampanyekan agar perempuan mengambil peran dalam menekan stunting dengan memberikan asupan gizi kepada anak.

Lusia Hadjon mengungkapkan terkadang orang tua tidak memperhatikan apa yang dikonsumsi anak, tidak memperhatikan gizi anak.

Baca: Kabid Tata Ruang Bekasi Akui Terima 90.000 Dollar Singapura dari Lippo Group

Agar bisa memenuhi gizi seimbang kepada keluarga, kata Lusia Hadjon agar ibu rumah tangga perlu memenuhi halaman rumah dengan berbagai tanaman sayuran dan buah-buahan.

Memelihara ayam kampung untuk sesekali dipotong memberikannya kepada anak-anak. Memelihara ikan di kolam di dekat rumah dan lain sebagainya.

Lusia Hadjon mengatakan rata-rata setiap keluarga pasti memelihara ayam kampung. Namun fenomena akhir-akhir ini di kampung-kampung hanya ditemukan jual ayam potong.

"Saya tidak pernah temukan jual ayam kampung. Hanya ada jual ayam potong," kata Lusia Hadjon.

Ayam kampung yang dipelihara di rumah dan dikeluarga hampir tak pernah dipotong untuk kebutuhan gizi rumah tangga.

Ayam dipotong hanya ketika tamu atau pejabat gereja dan pejabat pemerintah datang. Hal yang tidak pernah dilakukan untuk keluarganya.

Lusia Hadjon meminta kebiasaan itu diubah. Agar ayam yang dipelihara juga harus dipotong untuk memenuhi gizi keluarga.

Program PKK Flotim per tahun 2019 sesuai semangat Gubernur NTT, akan melakukan sosialisasi tentang manfaat kelor.

Meski tanaman ini sudah dikenal masyarakat, kata Lusia Hadjon, PKK Flotim akan tetap menyosialisasikan cara pengelolaan Kelor di keluarga-keluarga. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved