Berita NTT Terkini

Program SKPT di NTT Dipusatkan di Sumba Timur dan Rote Ndao

satu dari dua program yang ada yakni program pengembangan rumput laut merupakan program sinkronisasi antara Kementerian Kelautan

Program SKPT di  NTT Dipusatkan di Sumba Timur dan Rote Ndao
POS-KUPANG.COM/Adiana Ahmad
Pelantikan dan penyerahan SK Badan Pengurusan Paguyuban Wredatama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTT, Ganef Wugiyanto kepada Ketua Paguyuban, Ir. Nikodemus Leka, di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan NTT, Kamis (4/10/2018). 

 Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM, KUPANG—Program sentra kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di NTT dipusatkan di Kabupaten Sumba Timur dan Rote Ndao.  Program tersebut dalam bentuk  pembibitan  ikan air tawar dan pengembangan rumput laut.  Provinsi NTT merupakan salah satu  dari 20 proyek Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) yang dicanangkan  Kementerian  Kelautan dan Perikanan pada awal tahun 2018.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Ganef Wurgiyanto yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (16/10/2018).

Baca: Lakalantas di Manggarai Timur! Yustina Tewas, Ibunda Luka Ringan, Adik Luka Berat

Ganef menjelaskan, satu dari dua program yang ada yakni program pengembangan rumput laut merupakan program sinkronisasi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT.

“Program rumput laut  untuk tahun 2018 dan tahun 2019 dalam bentuk bantuan bibit dan tali temali,” kata Ganef.

Rote Ndao juga, kata Ganef mendapat program sinkronisasi Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Dinas Perikanan Provinsi NTT dalam bentuk bantuan bibit bibit rumput laut.

Selain rumput laut dan pembibitan rumput laut, Pemerintah pusat juga menyiapkan bantuan benih ikan air tawar, benih ikan kerapu, mutiara dan bantuan lainnya. “Ada bantuan konservasi  TNP Laut Sawu untuk perlindungan  terhadap wilayah atau zona inti,” jelas Ganef.

 Di Laut Sawu, katanya,  ada zona-zona tertentu yang disebut zona inti sebagai tempat ikan bertelur, mengasuh dan berpijah (kawin) yang tidak diperbolehkan ada aktivitas.

Dalam program sinkronisasi, lanjut Ganef, juga ada bantuan 45 unit kapal berkapasitas 5 gross ton (GT), 10 GT, dan 20 GT. Kapal tersebut dialokasikan untuk Kabupaten Sumba Timur dan Kabupaten Rote Ndao. “Berapa alokasi masing-masing kabupaten, kami tidak tahu karena pembagian langsung dari pemerintah pusat. Program 2018, sudah jalan. Sedangkan program 2019 sedang dalam perencanaan,” demikian Ganef.

 Ganef mengungkapkan, karena program ini baru diluncurkan awal tahun 2018, dampaknya belum terlihat.

Selain dari SKPT, Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT melalui APBD I NTT  menyiapkan program yang sama di Semau,  Kabupaten Kupang. (*)

 

 
 

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved