Iwan Manasa Sebut Mustahil Atlet Berprestasi Muncul Tanpa Pembinaan Usia Dini
Tidak akan muncul atlet berprestasi tanpa partisipasi. Partisipasi hanya bisa dimulai dari pembinaan di usia dini.
Penulis: Sipri Seko | Editor: Sipri Seko

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pembinaan atlet usia dini seyogianya dapat menjadi program strategis di berbagai daerah. Sebab, tidak akan muncul atlet berprestasi tanpa partisipasi, sedangkan partisipasi hanya bisa dimulai dari pembinaan di usia dini.
"Mustahil melahirkan atlet berprestasi nasional dan internasional tanpa pembinaan usia dini. Di sini peran orangtua, guru, dan pemimpin daerah menjadi sangat penting untuk mendorong program pembinaan usia dini," ujar Sekjen Jaringan Pengembangan Pemuda dan Olahraga (Jarbangpora) Iwan Setiawan Arifin Manasa di Lapangan Mini Kota Kalabahi, Kabupaten Alor, Minggu (14/10/2018).
Dalam siaran persnya yang diterima, Senin (15/10/2018), Iwan mengaku mengikuti baru saja mengikuti pembukaan Gala Desa yang digelar Pemkab Alor bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Gala Desa lintas cabang olahraga tersebut dibuka Bupati Alor, Amon Djobo, didampingi Asisten Deputi Olahraga Pendidikan Kemenpora, Alman Hudri. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkompimda Kabupaten Alor juga mantan Asdep Industri Olahraga Kemenpora, Thobias Tubulau.
Iwan Manasa menjelaskan, Indonesia sangat potensial melahirkan atlet berprestasi karena jumlah penduduk yang sangat besar. Lewat pembinaan usia dini, daerah bisa menemukan bakat seorang pelajar di cabang olahraga tertentu untuk kemudian diserahkan ke pengurus cabang.
"Setelah ditemukan bakatnya, data tentang mereka disampaikan ke dinas yang membidani olahraga lalu diserahkan ke pengurus cabang daerah untuk melakukan pembinaan atlet potensial tersebut. Dengan begitu, kita percaya akan lahir atlet yang bisa mengibarkan Sang Merah Putih di kancah internasional," kata tokoh muda asal Manggarai ini.
Menurut Iwan Manasa, pada tahun 2018 ini, Kemenpora menargetkan menggelar kegiatan pembinaan atlet usia dini di 40 daerah. Diharapkan akan ada 16 ribu pelajar yang berpartisipasi.
"Lewat kerja keras dan kerja sama Kemenpora dengan pemerintah daerah, kita optimistis akan lahir atlet-atlet potensial yang berprestasi di tingkat nasional hingga internasional," pungkasnya. **