Berita Kabupaten Ngada Terkini

Ada Sekolah yang Menolak, Ini Capaian Imunisasi Measles Rubella di Kabupaten Ngada

Cakupan Imunisasi Measles Rubella (MR) di Kabupaten Ngada mencapai 99,23% dari 48.697 sasaran.

Ada Sekolah yang Menolak, Ini Capaian Imunisasi Measles Rubella di Kabupaten Ngada
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Kadis Kesehatan Ngada, Agustinus Naru 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | BAJAWA - Cakupan Imunisasi Measles Rubella (MR) di Kabupaten Ngada mencapai 99,23% dari 48.697 sasaran.

Pencapaian itu berkat dukungan semua pihak. Keterlibatan pihak lintas sektor yang intens sehingga pelaksanaannya berjalan aman dan lancar.

"Pelaksanaan MR belajr baik cakupan kita itu 99,23% kalau menggunakan data riil dari Kabupaten yang dilaporkan dari setiap Puskesmas. Jumlah sasaran itu 48.697 orang. Tapi kalau menggunakan data proyeksi Pusdatin itu kita 92,24% memang selisih sangat jauh, karena memang data Proyeksi dari Pusat data dan informasi (Pusdatin) dari Kemenkes RI," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Agustinus Naru, Selasa (16/10/2018).

Baca: Panitia CPNS Tolak Peserta Berijazah PGRI Kupang, Ini Alasannya

Pelaksanaan Imunisasi MR juga memiliki hambatan. Di antaranya ada dua sekolah di Ngada menolak untuk mendapatkan imunisasi yang diberikan oleh petugas kesehatan.

"Memamg ada sekolah yang menolak tapi bukan dari sekolah sebenarnya, yang menolak itu adalah orangtua siswa. Tapi kami lakukan pendekatan dan ternyata mereka mendengar informasi yang simpang siur tentang MR dan kami lakukan advokasi dengan orangtua, karena memang sebagian besar orang tua menyetujui untuk diberikan Imunisasi MR. Itu disekolah MIS Alquraba Bajawa dan MTS Maubawa Golewa Selatan Puskesmas Laja," papar pria yang akrab disapa Gusti ini.

Baca: BMKG Minta Warga Waspada Banjir Bandang, Ini Tanda-tandanya

Ia mengaku setelah mendengar ada penolakan dari orangtua siswa pihak Dinkes langsung turun berkoordinasi dengan berbagi pihak, ada dari kementerian Agama, TNI, melibatkan dinas pendidikan dan semua pihak terkait lainnya.

"Kalau kita melibatkan TNI karena isu-isu masalah sosial dan libatkan kementerian agama itu soal isu agama. Kita libatkan. Tapi sebenarnya masyarakat mendengarkan informasi yang simpang siur yang tidak jelas. Dan setelah kita jelaskan, baru ada orangtua yang ijinkan anaknya diberi Imunisasi MR dan kita luruskan informasi itu," ujar Agustinus.

Sementara itu, Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, G.Agung Artanaya, S.KM., M.AP, mengatakan, semua proses yang terjadi adalah upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sehingga upaya Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada ini merupakan upaya untuk mencegah penyakit MR. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved