Berita Kota Kupang Terkini

Wakil Walikota Kupang Minta Pejabat Harus Lakukan Inovasi Tiada Henti

Wakil Walikota Kupang, dr. Herman Man membuka kegiatan Seleksi Kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemkot Kupang

Wakil Walikota Kupang Minta Pejabat Harus Lakukan Inovasi Tiada Henti
POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
Para pejabat Eselon II sedang mengisi CV yang dibagikan Tim Asesor dalam kegiatan Seleksi Kompetensi di Naka Hotel, Senin (15/10/2048). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG. COM | KUPANG -- Wakil Walikota Kupang, dr. Herman Man membuka kegiatan Seleksi Kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kota Kupang, di Naka Hotel, Senin (15/10/2018).

Herman mengatakan, pemerintah mecoba melakukan kegiatan seleksi kompetensi yang sudah pernah diikuti sebelumnya lalu mengikuti kembali dengan tujuan untuk menempatkan pejabat di kota sesuai tantangan ke depan.

Herman menyampaikan ada beberapa tantangan ke depan yang harus mampu dihadapi pejabat.

Baca: 28 Orang Pejabat Eselon II Pemkot Kupang Ikut Seleksi Kompetensi

Pertama, masuk di era digitalisasi, sudah sedikit berbeda dengan zaman dahulu. Karena dengan teknologi yang sekarang seharusnya tugas-tugas dipermudah.

"Mau tidak mau membutuhkan kreativitas dan inovasi dari pejabat pejabat yang melakukan tugas," katanya.

Baca: Pedagang Buah Jaringan Sabu-Sabu Asal Makassar yang Beroperasi di Flores Dibekuk Polda NTT

Kedua, kebutuhan masyarakat yang dinamis tidak statis. Masyarakat menginginkan pelayanan publik yang baik dan cepat.

Ketiga, program-program pemerintah kota lima atau 10 tahun ke depan. "Maka dari itu pemerintah mencari orang berkompeten, paling kurang kecocokan dengan tugas pokok. Karena Ke depan visi dan misi dan program pusat membutuhkam selalu inovasi yang tiada henti," ujarnya.

Disamping kompetensi, kata Herman, diperlukan kapabilitas. Pejabat eselon II yang mengikuti seleksi kompetensi ini sudah pernah menjabat eselon II B. Jadi saat ini tinggal mengatur ulang bagaimana cocoknya dengan kemampuan sehingga tidak ada di non job-kan.

Dijelaskannya, aspek koordinasi dan komunikasi sangat penting. Karena membuat sebuaj organisasi tetap solid dan tidak terpecah-pecah itu karena adanya koordinasi.

"Semua yang dibicarakan tergantung pada regulasi. Pemahaman terhadap regulasi itu penting. Tim asesor mencermati seluruh aturan-aturan yang berlaku. Meskipun organisasi dan SDM hebat tapi tata kelola yang buruk, saya kira efesiensi pendayagunaan aparatur negara juga akan buruk," ujarnya. (*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved