Berita Nasional Terkini

Ini Pesan Moral di Balik Pidato Presiden soal "Game Of Thrones"

Presiden Joko Widodo menjelaskan makna pidatonya di Annual Meeting IMF-World Bank 2018 di Bali yang menuai pujian pemimpin negara sahabat.

Ini Pesan Moral di Balik Pidato Presiden soal
KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA
Presiden Joko Widodo saat membuka Rapat Pleno Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Presiden Joko Widodo menjelaskan makna pidatonya di Annual Meeting IMF-World Bank 2018 di Bali yang menuai pujian dari sejumlah pemimpin negara sahabat.

Presiden menjelaskan hal itu di depan 1.000 lebih stakeholder Universitas Kristen Indonesia (UKI) dalam acara Lustrum ke-13 UKI di Lapangan Bola Kompleks UKI, Jakarta Timur, Senin (15/10/2018) pagi.

Ia mengawali dengan mengulang lagi isi pidatonya terdahulu, yakni mengibaratkan pertarungan negara-negara di dunia serupa film serial " Game Of Thrones".

Baca: Mentan Ungkap Taiwan akan Investasi Rp 20 Triliun di Industri Gula di Indonesia

"Perhelatan ekonomi dan politik dunia saat ini diwarnai oleh pertarungan antar kekuatan- kekuatan besar, antar negara-negara besar dan negara-negara elite," ujar Jokowi.

"Kekuatan besar itu bagaikan sebuah roda besar yang berputar, seperti siklus kehidupan. Di saat suatu negara berjaya, sementara negara lain mengalami kemunduran dan kehancuran," lanjut dia.

Baca: Setelah Sandiaga, Giliran Maruf Amin Temui Sri Sultan Hamengku Buwono X, Ini yang Dibicarakan

Di saat pertarungan kekuatan itu, lanjut Jokowi, mereka tidak sadar bahwa ada ancaman yang jauh lebih besar yang bisa mengancam eksistensi keseluruhan dunia. Misalnya perubahan iklim global dan penurunan ekonomi global.

Jokowi melanjutkan, pesan moral dari pidatonya itu adalah konfrontasi dan perselisihan dalam bentuk apapun akan mengakibatkan penderitaan.

"Bukan hanya bagi yang kalah, namun juga bagi yang menang. Ketika kemenangan juga dirayakan dan kekalahan juga diratapi barulah kedua-duanya sadar, tapi sudah terlambat," ujar Jokowi.

"Kalau sadarnya baru belakangan, kemenangan atau kekalahan dalam perang selalu hasilnya sama, yaitu dunia yang porak-poranda. Padahal tidak boleh kita melakukan perusakan hanya untuk menghasilkan sebuah kemenangan. Juga tidak ada artinya kemenangan yang dirayakan di tengah kehancuran itulah pesan moral yang ingin saya sampaikan di saat annual Meeting itu," lanjut dia.

Pidato penjelasan Presiden tersebut mendapat apresiasi meriah dari para peserta acara. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved