Kamis, 9 April 2026

Berita NTT

Don Arakian Sebut Bambu Bahan Bangunan Alternatif Tahan Gempa

Di Lamaholot misalnya, kita akan bangun bangunan tapi berdasarkan kekhasan Lamaholot, dan bahannya dari bambu. Ini dilakukan tentu

Penulis: PosKupang | Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG.COM/AMBUGA LAMAWURAN
Don Arakian, Ketua Program Studi Arsitektur Unwira Kupang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ambuga Lamawuran

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Tanaman Bambu yang banyak tumbuh di wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), bisa menjadi satu bahan bangunan alternatif yang tahan gempa.

Hal ini diungkapkan Don Arakian, Ketua Program Studi Arsitektur Unwira Kupang, dalam acara Workshop Teknologi Bambu yang digelar di gedung Seminar Fakultas Teknik Unwira, Sabtu (13/10/2018).

Baca: Ingin Menguak Potensi! Kabupaten Lembata Gelar Expo Uyelewun Raya

Don mengatakan, tujuan visioner dari workshop ini, salah satunya ialah memberikan gambaran bahwa NTT memiliki bahan bangunan, dalam hal ini adalah bambu, yang bisa tahan dari bencana gempa.

Untuk itu, secara kelembagaan Don menginginkan agar Unwira Kupang bisa menjadi pelopor pengembangan bambu sebagai bahan alternatif suatu bangunan.

Don tambahkan, workshop ini adalah satu rangakaian kegiatan dari satu kegiatan besar yang puncaknya pada 19 Oktober mendatang.

"Kami kerja sama dengan Prodi Arsitektur Atmajaya. Dan harapan kami, kita punya tempat kreasi bambu versi Unwira. Kita akan kembangan satu program yang kami sebut VISTA," ujarnya kepada POS-KUPANG.COM di sela-sela workshop, Sabtu (13/10/2018).

Melalui program VISTA ini, ke depan, Don Arakian bersama kawan-kawannya akan membangun Pusat Informasi Bangunan Gedung dari Bambu.

"Karena di NTT ada 22 kabupaten/kota, maka kita akan bangun sesuai kekhasan setempat. Di Lamaholot misalnya, kita akan bangun bangunan tapi berdasarkan kekhasan Lamaholot, dan bahannya dari bambu. Ini dilakukan tentu dengan menggunakan teknologi kekinian. Itu cita-cita kami di Unwira Kupang," ujarnya.

"Kami telah lakukan penelitian dengan baik, tapi tentu perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak. Dengan informasi ini, kami berharap pihak pemkot maupun pemkab bisa menangkap peluang ini, sehingga kita bisa mengembangkan bangunan dengan bahan dasarnya dari bambu," imbuhnya.

Pernyataan Don ini dibenarkan oleh Ir. Eko Prawoto M.Ach, IAI, seorang Praktisi dan Dosen Prodi Arsitektur UKDW Jogyakarta.

Di mata Don Arakian dan kawan-kawannya, Eko Prawoto merupakan seorang ahli bambu.

"Semua bahan kalau secara konstruksi dilakukan dengan benar, maka mampu tahan gempa," ujar Eko kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu (13/10).

Bambu memiliki keuntungan sebagai bahan yang tahan gempa, tambah Eko, karena strukturnya seperti tabung, punya ruas, dan panjang.

"Ini keuntungan alami dalam memudahkan kontruksi suatu bangunan, yang kalaupun runtuh tidak membunuh. Karena dari teori gempa, semakin berat bangunannya, semakin besar dampaknya. Bambu memiliki keunikan seperti itu," ujarnya. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved