Berita Ekonomi Bisnis

Sulit Tingkatkan Pengguna Pertamax, Ini Alasannya

Selisih harga antara Pertamax dengan Pertalite dan Premium yang cukup besar sehingga sulit untuk meningkatkan konsumen pertamax

Sulit Tingkatkan Pengguna Pertamax, Ini Alasannya
POS-KUPANG.COM/HERMINA PELLO
NANUK DWIYULIAWAN

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Hermina Pello

POS-KUPANG.COM | KUPANG-Naiknya harga pertamax menjadi Rp 10.400/liter membuat konsumen pertalite atau premium sulit pindah menggunakan pertalite.

Kondisi ini disampaikan Supervisor SPBU Oesapa, Nanuk Dwiyuliawan yang ditemui Rabu (10/10/2018) usai pengumuman kenaikan harga pertamax mengatakan hal tersebut.

Saat ditanya mengenai apakah dengan adanya kenaikan harga pertamax dan selisih harga yang cukup besar dengan pertalite akan mempengaruhi konsumen untuk beralih, Nanuk mengungkapkan masih sulit mengetahuinya.

Baca: Pemerintah Tunda Naikkan Harga Premium, Masyarakat Belum Tahu Harga Pertamax Sudah Naik

Baca: Ribuan CPNS Sudah Mendaftar! Berkas yang Masuk ternyata Baru Ratusan

"Tapi untuk meningkatkan konsumen pertamax agak sulit dilakukan karena selisihnya dengan pertalite cukup tinggi yakni Rp 2.600 per liter," katanya

Dia mengatakan,  dari SPBU sulit untuk menaikkan konsumen pertamax sedikit karena selisih harga yangg masih jauh baik dengan pertalite dan premium cukup besar.

"Pemerintah dan pertamina bisa lebih relevan untuk melihat selisih kenaikkan ini," ungkapnya.

Pemerintah telah menaikan harga BBM non subsidi sejap tanggal 10 Oktober 2018 pukul 12.00 Wita sedangkan untuk BBM subsidi yakni premium belum dinaikan karena pertamina belum siap. (*)

Penulis: Hermina Pello
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved