Berita Lembata

Satu Tahun Panti Taruna Harapan Membutuhkan Rp 1,2 Miliar

Dalam satu tahun anggaran, Panti Taruna Harapan Lewoleba, Kabupaten Lembata, membutuhkan anggaran Rp 1,2 miliar. Dana sebesar itu untuk

Satu Tahun Panti Taruna Harapan Membutuhkan Rp 1,2 Miliar
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Pelaksana Harian (Plh) Seksi Kesejahteraan Sosial Anak Riang Naibonat dan Taruna Harapan Lembata, Ursula Benga Tokan, 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA --- Dalam satu tahun anggarab, Panti Taruna Harapan Lewoleba, Kabupaten Lembata, membutuhkan anggaran Rp 1,2 miliar. Dana sebesar itu untuk anak-anak panti serta kegiatan operasional panti lainnya.

Hal itu disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Seksi Kesejahteraan Sosial Anak Riang Naibonat dan Taruna Harapan Lembata, Ursula Benga Tokan, ketika ditemui Pos Kupang.Com di panti tersebut, Rabu (10/10/2018).

Ursula menyebutkan, Panti Taruna Harapan di Lembata merupakan satu-satunya panti anak di daratan Flores-Lembata. Olehnya, panti itu menampung anak-anak dari 9 kabupaten di wilayah tersebut, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur dan Lembata.

Baca: NTT Tidak Bangkit Kalau Terus Kirim TKI

Saat ini, katanya sebanyak 90 anak ditampung di panti tersebut. Dari jumlah itu, 44 anak putri dan 46 lainnya adalah laki-laki. Semua anak kini sedang menuntut ilmu baik di sekolah dasar (SD), SMP maupun SMA/SMK. "Untuk yang SMK, sekarang sedang mengikuti magang di sejumlah tempat di Indonesia, di antaranya, Bali. Yang magang di Bali adalah siswa yang sekolah di SMIP Sanctus Lewoleba. Ini sekolah pariwisata," ujar Ursula.

Tentang aktivitas anak-anak di panti itu, dia mengungkapkan, mereka menempati 9 wisma, yakni 5 wisma untuk pria dan empat lainnya wisma untuk putri. Wisma putra itu antara lain, anggrek, melati, mawar, kamboja dan wisma bougenvile.

Sedang wisma untuk putri, yakni sedap malam, cempaka, asoka dan wisma seroja. Setiap wisma itu berkapasitas 5 sampai 11 orang. Wisma-wisma itu ada pengasuhnya, sehingga anak-anak mudah dididik, dibimbing juga diarahkan untuk kehidupannya di masa yang akan datang.

"Kalau anak-anak sudah pulang dari sekolah, maka mereka itu akan sibuk dengan berbagai aktivitas baik berkebun, beternak, ada yang belajar las dan yang lainnya belajar membuat mebeler," ujar Ursula. (*)


Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved