Berita kabupaten Manggarai Barat

Petani Panen Madu Mencapai 5 Ton

Madu hutan yang diperoleh secara alami di Kabupaten Manggarai Barat tahun 2018 mencapai 5 ton. Potensi madu yang sudah dipanen saat ini

Petani Panen Madu Mencapai 5 Ton
POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS.
Produk madu Mabar yang sudah dikemas dengan ukuran berbeda-beda. 

 Laporan Reporter POS--KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS--KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Madu hutan yang diperoleh secara alami di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), untuk tahun 2018 ini mencapai 5 ton.
Dari jumlah potensi itu, madu yang sudah dipanen saat ini sebanyak 400 liter di Hento, Golo Sepang, Kecamatan Boleng.

Hasil madu tahun 2018 ini di Mabar, jauh lebih besar dibandingkan dengan tahun 2017 lalu. Tahun 2017 lalu hanya 478 liter.

Baca: Begini Sikap DPRD NTT Terhadap Mimpi Gubernur Viktor Laiskodat dan Wagub Josef Nae Soi

"Kami memiliki 12 kelompok binaan yang mencari madu hutan alami, khusus untuk pemanfaatan madu hutan. Untuk pengembangan atau budi daya madu belum ada," kata kepala Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Wilayah Mabar, Stefanus Nali. Dia ditemui di ruang kerjanya, Rabu (10/10/2018).

"Binaan yang kami lakukan kepada kelompok itu sebatas fasilitasi. Misalnya ada beberapa orang yang biasa mencari madu, lalu kami satukan mereka dalam bentuk kelompok sehingga pemasarannya gampang," kata Stefanus.

Madu dari 12 kelompok itu kata dia, dijual ke Koperasi Rimbauan milik KPH seharga Rp 80 ribu per botol.

Selanjutnya koperasi mengemas dalam ukuran yang berbeda-beda untuk dijual lagi dengan harga yang variasi.

12 kelompok pencari madu di Mabar itu, yakni 5 kelompok di Hento, Golo Sepang, Kecamatan Boleng; 4 kelompok di Golo Mori, Kecamatan Komodo; 1 kelompok di Desa Golo Kondeng, Kecamatan Lembor; 2 kelompok di Nanga Bere, Kecamatan Lembor Selatan .(*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved