Berita Lembata

Petani Lembata Muslimin Panen 7 Ton Bawang Merah

etelah memanen 7 ton bawang merah, saat ini Muslimin Haji M. Sidin bersama istri, kembali menanam benih bawang merah sebanyak 500 kg.

Petani Lembata Muslimin Panen 7 Ton Bawang Merah
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
TANAM BAWANG -- Muslimin Haji M. Sidin bersama istrinya Fahmi Yati M Saleh sedang menanam bawang merah, Rabu (10/10/2018). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA --- Setelah memanen 7 ton bawang merah, saat ini Muslimin Haji M. Sidin bersama istri, kembali menanam benih bawang merah sebanyak 500 kg. Dari benih sebanyak itu mereka berharap bisa panen 5 ton lagi pada awal Desember mendatang.

"Yang 7 ton ini merupakan panenan perdana bawang merah di atas lahan yang kami garap ini. Dari hasil itulah kami termotivasi untuk tanam lagi dan akan dipanen pada awal Desember nanti," ujar Muslimin ketika ditemui Pos Kupang.Com di lahan garapannya, Rabu (10/10/2018) sekitar pukul 13.00 Wita.

Baca: Harga Bensin Naik, NTT Jadi Rp 6.900 - Jawa Rp 7000, Presiden Jokowi Minta Tunda

Saat itu Muslimin bersama istrinya, Fahmi Yati M Saleh
sedang tenggelam dalam kesibukannya menanam benih bawang merah pada lahan garapannya di belakang rumah seniman kawakan Lembata, Emil Diaz.

Dikatakannya, lahan yang digarap itu sebelumnya merupakan lahan tidur. Lahan milik Emil Diaz itu sama sekali tidak diolah. Olehnya ia melakukan pendekatan hingga akhirnya ia bersama istri yang menggarap lahan tersebut.

Sebagaimana petani Bima lainnya, lanjut Muslimin, mereka menanam jagung dan aneka jenis sayur-sayuran. Dan, pada awal Juni 2018 lalu, mereka menanam benih bawang merah untuk mendukung program Bupati dan Wakil Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur dan Thomas Ola Langoday.

Penanaman bawang merah itu, lanjut dia, ternyata memberi hasil yang menggembirakan. Dari benih sekitar 1 ton, mereka berhasil memanen tujuh ton lebih. Sekarang bawang merah itu perlahan-lahan dilepas dengan harga Rp 10.000 per kg.

Sambil menjual bawang hasil panenan tersebut, tutur Muslimin, saat ini mereka menanam lagi benih yang sama sebanyak 500 kg. "Kami berharap dari benih ini bisa dipanen 5 ton lagi," ujarnya.

Penanaman bawang itu, lanjut dia, untuk mengantisipasi masa paceklik pada musim hujan mendatang. Apalagi pada saat itu, ada Hari Raya Natal dan Tahun Baru, yang biasanya membawa rahmat bagi mereka. Pada hari raya tersebut harga bawang cukup tinggi hal mana memberikan keuntungan bagi petani. (*)
Area lampiran


Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved